Amerika Serikat Serang Jalur Rudal dan Radar Pantai Iran
Komando Pusat Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap lokasi penyimpanan rudal, pesawat tanpa awak, dan situs radar pantai milik Iran di kawasan Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Langkah militer ini diambil setelah Washington menuduh Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru ditandatangani.
Aksi saling tuduh kini pecah di antara kedua belah pihak terkait komitmen perdamaian di jalur internasional tersebut. Ketegangan baru ini terjadi hanya berselang satu minggu setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik kedua negara, seperti dilansir dari Detik Finance.
Pihak militer Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk merespons aktivitas agresif Iran di koridor maritim vital tersebut. Jalur Selat Hormuz sendiri merupakan rute strategis bagi distribusi minyak mentah global.
"Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Lebih lanjut, perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi karena perdagangan melalui koridor perdagangan internasional yang vital," kata Komando Pusat dikutip dari CNBC, Sabtu (27/6/2026).
Merespons situasi di lapangan, Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal kuat mengenai langkah lanjutan yang akan dihadapi oleh Iran. Trump menyampaikan hal tersebut saat merespons pertanyaan wartawan di Gedung Putih mengenai konsekuensi pelanggaran kesepakatan.
""Anda akan mengetahuinya," ucap Trump.
Di sisi lain, pihak Teheran langsung mengeluarkan bantahan resmi terhadap tuduhan yang dilayangkan oleh Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan bahwa pihak AS yang justru pertama kali mencederai komitmen bersama.
"Menyusul pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, beberapa jam yang lalu, rezim AS yang melanggar perjanjian, seperti biasa, melanggar komitmennya dan, dengan berbagai dalih, menyerang pantai Republik Islam Iran dengan serangan udara karena lewatnya kapal yang melanggar melalui jalur yang tidak sah di Selat Hormuz," tuturnya.