Dokter Ungkap Alasan Ibu Hamil Dilarang Berendam Air Hangat

Share

Aktivitas berendam air hangat yang biasanya memberikan efek relaksasi ternyata menjadi salah satu hal yang harus dihindari oleh perempuan selama masa kehamilan.

Dilansir dari HaiBunda, dokter kandungan Alison Stalzer, DO, menyatakan bahwa berendam di dalam bak mandi air hangat merupakan aktivitas yang tidak aman bagi ibu hamil.

"Bak mandi air panas tidak aman selama kehamilan. Sebab, duduk di air panas meningkatkan suhu inti tubuh, yang dapat menyebabkan masalah bagi ibu hamil dan memengaruhi perkembangan janin yang sehat," kata Dr Stalzer.

Pada trimester pertama kehamilan, janin sedang berada dalam fase krusial pembentukan organ-organ vital, seperti otak dan juga sumsum tulang belakang.

Suhu tubuh yang terlalu tinggi pada ibu hamil berisiko mengganggu proses pembentukan organ vital janin tersebut.

"Suhu tubuh yang tinggi dapat membahayakan perkembangan janin, dan berpotensi menyebabkan cacat tabung saraf seperti spina bifida atau anensefali," jelas Dr Stalzer.

Larangan ini juga tetap berlaku meskipun ibu hamil sudah memasuki trimester kedua atau ketiga kehamilan.

Dr Stalzer menjelaskan bahwa volume darah di dalam tubuh perempuan akan meningkat secara signifikan ketika sedang mengandung.

"Saat hamil, Bunda memiliki lebih banyak darah di tubuh. Bak air panas diketahui dapat menurunkan tekanan darah Bunda sehingga darah ekstra ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kepala. Saat berdiri, Bunda mungkin merasa pusing atau lemas, dan Bunda bisa jatuh atau pingsan," kata Dr Stalzer.

Kasus terjatuh pada trimester kedua atau ketiga kehamilan memiliki risiko yang sangat fatal bagi keselamatan kandungan.

Kondisi tersebut berpotensi mencederai janin, memicu kontraksi dini, hingga menyebabkan kebocoran pada cairan ketuban.

"Jika Bunda terjatuh ringan dan perut tidak terbentur, jangan panik. Tetapi jelaskan apa yang terjadi kepada tim medis. Jika ragu, lebih baik berhati-hati dan segera dapatkan perawatan medis," saran Dr Stalzer.

Meskipun berendam seluruh tubuh dilarang, ibu hamil masih diperbolehkan untuk merendam bagian kaki dan betis saja di tepi bak mandi.

"Secara umum, aman untuk merendam kaki di bak air panas saat hamil. Tetapi, hanya merendam kaki bagian bawah saja di mana hal ini tidak akan meningkatkan suhu tubuh inti ibu hamil," kata Dr Stalzer.

Namun, ibu hamil juga harus memperhatikan sensitivitas kulit mereka yang cenderung meningkat terhadap air hangat dan bau bahan kimia.

“Selama kehamilan, Bunda bisa lebih sensitif terhadap bau,” catat Dr. Stalzer.

Bau klorin yang menyengat dari bak air hangat dalam ruangan rentan memicu timbulnya sakit kepala atau rasa mual.

Faktor lain yang tidak kalah penting untuk diwaspadai adalah potensi penyebaran kuman pada fasilitas bak mandi air hangat.

"Tanpa pembersihan dan perawatan rutin, bak mandi air panas dapat menjadi tempat tinggal bagi virus, bakteri, dan parasit yang dapat membuat Bunda sakit,” kata Dr. Stalzer.

Penurunan sistem imun saat hamil membuat tubuh lebih rentan, bahkan beberapa jenis kuman tertentu dapat menembus plasenta dan membahayakan janin.

Bagi ibu hamil yang ingin merendam kaki di air hangat, disarankan untuk memastikan kebersihan bak, tidak memiliki luka terbuka, menghindari menyentuh area wajah, serta segera mencuci tangan setelah beraktivitas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author