Alasan BGN Tunjuk Prima Yosephine Jadi Deputi Sistem dan Tata Kelola

Share

Badan Gizi Nasional (BGN) membeberkan alasan di balik penunjukan mantan pejabat Kementerian Kesehatan, dr Prima Yosephine, sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Pengalaman panjang Prima mengelola program imunisasi nasional dinilai menjadi modal penting untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti dilansir dari Detik Health.

Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sesuai ketentuan Pasal 59. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan bahwa Prima memiliki latar belakang medis dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat serta keahlian spesifik di bidang epidemiologi.

"Beliau adalah dokter dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat, memiliki keahlian di bidang epidemiologi," beber Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari BGN dalam konferensi pers Selasa (22/7/2026).

Sebelum bergabung dengan BGN, Prima pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular serta Direktur Pengelolaan Imunisasi di Kemenkes. Pengalaman mengurus program kesehatan berskala nasional itu dianggap memiliki kemiripan dengan pelaksanaan MBG yang menyasar jutaan masyarakat.

"Kenapa beliau ditunjuk sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola? Karena pengalaman beliau mengelola program imunisasi nasional kurang lebih memiliki komparasi dengan Program MBG yang juga bersifat nasional," jelasnya.

Keahlian Prima dibutuhkan guna memperbaiki berbagai aspek tata kelola MBG, mulai dari perencanaan sasaran, penetapan target, hingga distribusi berjenjang dari tingkat pusat ke fasilitas pelayanan.

"Beliau biasa bekerja membangun sistem yang dimulai dari perencanaan sasaran, penetapan target, distribusi secara berjenjang dari pusat hingga fasilitas pelayanan," katanya.

Salah satu tugas utamanya adalah merapikan dan memvalidasi data penerima manfaat, termasuk meluruskan polemik angka 63,2 juta penerima yang sebelumnya menjadi acuan pemerintah.

"Beliau yang nanti akan merapikan itu, mulai dari penetapan target. Bapak-bapak pasti tahu kenapa kemarin muncul angka 63,2 juta. Nah, nanti beliau yang akan merapikan itu," ujarnya.

Pengalaman Prima mengelola data penerima imunisasi secara 'by name by address' menjadi poin penting bagi BGN dalam membangun sistem data MBG yang lebih akurat.

"Itu yang sedang kami bangun. Kami sangat membutuhkan keahlian Ibu Prima. Beliau sudah terbiasa mengelola jutaan penerima imunisasi secara by name by address," jelasnya.

Selain itu, Prima diberi tanggung jawab untuk memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi agar efektivitas intervensi program MBG dapat terukur secara tepat.

"Hingga monitoring dan evaluasi capaian program. Beliau adalah orang yang tepat untuk memperbaiki penetapan sasaran, target, sampai monitoring apakah intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar berhasil atau tidak," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author