7 Alasan Anak Sering Memotong Pembicaraan Menurut Psikologi
Published
·
2 Reads
Anak-anak sering kali memotong pembicaraan orang dewasa karena merasa bersemangat atau belum memahami konsep menunggu dengan baik. Menurut psikolog Dr. Cari Alvarez, Ph.D., terdapat 7 alasan utama mengapa anak sering menyela percakapan.
- Ingin merasa didengarkan — Anak hanya ingin mendapatkan perhatian penuh dari orang tua, sehingga orang tua disarankan meluangkan waktu setidaknya 15 menit setiap hari untuk mendengarkan mereka secara aktif tanpa distraksi.
- Anak merasa terputus dari orang tuanya — Menyela merupakan cara anak untuk membangun kembali koneksi dengan orang tua, yang dapat diatasi dengan menyisihkan waktu 5-10 menit sehari untuk bermain dan membiarkan anak memimpin percakapan.
- Meniru orang dewasa — Anak-anak menyerap dan meniru perilaku menyela yang sering mereka lihat pada orang-orang dewasa di sekitar mereka.
- Anak kekurangan struktur — Ketiadaan waktu khusus yang terstruktur untuk menyuarakan pertanyaan atau kekhawatiran membuat anak merasa harus memotong pembicaraan agar dapat didengar.
- Cemas — Rasa cemas menciptakan urgensi berlebih sehingga anak merasa masalahnya harus segera disampaikan, terutama jika orang tua terbiasa langsung menyelesaikan semua masalah anak.
- Anak menanggapi pola pengasuhan orang tuanya — Orang tua sering kali merespons selaan anak tanpa memberi tahu bahwa tindakan tersebut keliru, sehingga aturan menunggu hingga percakapan selesai perlu diterapkan.
- Mengidap disfungsi eksekutif — Anak dapat mengalami kesulitan mengontrol impuls akibat disfungsi eksekutif, yang memerlukan evaluasi diagnostik komprehensif dari profesional.
Memahami alasan di balik perilaku menyela ini dapat membantu orang tua menerapkan pendekatan dan aturan yang lebih efektif serta sopan dalam mendidik anak.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author