Aksi Jual Saham Chip Seret Indeks KOSPI Korea Selatan Merosot
Aksi jual pada saham-saham produsen chip mendorong Indeks KOSPI Korea Selatan merosot 50,65 poin atau 0,76 persen ke level 6.639,97 pada Senin, 27 Juli 2026. Penurunan perdagangan awal pekan ini dipicu oleh kecemasan investor terhadap besarnya belanja investasi teknologi kecerdasan buatan jelang rilis laporan keuangan kuartal kedua.
Koreksi ini melanjutkan tekanan tajam dari perdagangan Jumat pekan sebelumnya, ketika indeks acuan bursa Korea tersebut anjlok hingga 5,72 persen ke posisi 6.690,62. Pelemahan sebelumnya dipengaruhi oleh maraknya sentimen gejolak geopolitik, kenaikan harga minyak dunia, serta wacana kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
Dua emiten semikonduktor terbesar Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing mencatatkan penurunan harga saham sebesar 0,20 persen dan 0,97 persen pada sesi perdagangan Senin. Tekanan tersebut memupus penguatan di awal perdagangan seiring tingginya kekhawatiran bahwa besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan belum sebanding dengan kenaikan margin keuntungan perusahaan.
Selain kekhawatiran terkait valuasi sektor teknologi, tekanan jual dari investor asing turut membebani pergerakan bursa domestik. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih mencapai 1,5 triliun won atau setara 1,02 miliar dolar AS, yang pada akhirnya ikut menekan nilai tukar mata uang won sebesar 0,44 persen ke level 1.465 won per dolar AS.
Di tengah tekanan bursa secara umum, pemerintah Korea Selatan meluncurkan program investasi infrastruktur kecerdasan buatan bernilai 950 miliar dolar AS yang melibatkan produsen chip lokal dan perusahaan teknologi Amerika Serikat. Langkah ini mendorong saham e-commerce Naver melonjak 8,67 persen setelah Nvidia mengamankan akuisisi saham perusahaan senilai 1 miliar dolar AS untuk pembangunan pusat data baru.