Airlangga Laporkan Serapan Tenaga Kerja Capai 1,45 Juta Orang di Semester I 2026

Share

Serapan tenaga kerja di Indonesia tembus 1,45 juta orang pada semester I 2026, meningkat 15% dibandingkan periode sama tahun lalu, kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta.

Angka ini menunjukkan penyerapan tenaga kerja tetap tinggi meski di tengah kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di Tanah Air, dilansir dari Detik Finance.

Airlangga menjelaskan bahwa serapan tenaga kerja ini bersumber dari investasi yang masuk ke Indonesia. Realisasi investasi pada paruh pertama 2026 mencapai Rp 1.010 triliun, dengan 30% di antaranya masuk ke proyek hilirisasi.

"Kemudian jumlah tenaga kerja yang terserap di semester satu 2026 sebesar 1,45 juta tenaga kerja langsung dan dibandingkan tahun lalu ini naik 15%." ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian.

Ia menambahkan bahwa jumlah orang yang bekerja terekrut lebih banyak 15% dari tahun lalu, meski terdapat isu PHK di beberapa sektor.

"Jadi jumlah orang yang bekerja terekrut lebih banyak 15% dari tahun lalu. Dan di tengah adanya beberapa isu ataupun kasus-kasus PHK tetapi jumlah orang yang dipekerjakan dengan lapangan kerja baru, investasi baru meningkat dengan tinggi," ujar Airlangga.

Airlangga menerangkan bahwa sektor hilirisasi dan manufaktur menjadi penopang utama peningkatan penyerapan tenaga kerja. Investasi di Pulau Jawa banyak masuk ke sektor manufaktur.

"Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi, dan investasi 30% ke hilirisasi, kemudian juga di pulau Jawa itu masuknya ke manufaktur. Jadi sektor itulah yang menjadi salah satu penopang untuk peningkatan penyerapan daripada tenaga kerja," tutur Airlangga.

Selain itu, sektor industri makanan dan minuman serta pariwisata juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah tinggi.

"Kemudian yang kedua dari segi serapan, (industri) makanan minuman dan juga turis lokal maupun wisman. Itu sektor mamin juga mendorong karena dia tumbuh sekitar 10%. Jadi dua sektor itu menjadi sektor yang merekrut cukup banyak tenaga kerja," tutup Airlangga.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ekonomi investasi tenaga kerja
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author