Airlangga Sebut Posisi Ekonomi Indonesia Lampaui Vietnam dan Filipina

Share

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan posisi Indonesia sudah lebih dulu masuk kategori negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle class) dibandingkan Vietnam dan Filipina pada Jumat (10/7/2026).

Pernyataan tersebut menanggapi laporan Bank Dunia yang dilansir dari Detik Finance, yang mencatat kenaikan kelas bagi Vietnam dengan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) sebesar US$ 4.970 dan Filipina sebesar US$ 4.850.

Indonesia saat ini mengungguli kedua negara tersebut dengan GNI per kapita di level US$ 5.120 berdasarkan standar klasifikasi dari Bank Dunia.

"Kita sudah naik dari kemarin. Kita kan sudah termasuk upper middle class kemarin pasca Covid kemarin," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Ekonomi, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).

Pemerintah kini fokus menggenjot peningkatan pendapatan negara melalui percepatan regulasi teknologi mutakhir serta penguatan sektor ekonomi digital nasional bersama para mitra internasional.

"Ya ini kita dengan beberapa program termasuk salah satu yang tadi dibahas dengan para lebih dari 60 duta besar bagaimana pembangkitan perekonomian melalui artificial intelligence dan digital economy. Nah ini kan pemerintah sedang siapin PPnya terkait dengan itu," tutur Airlangga.

Airlangga menilai sektor kecerdasan buatan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk bersaing secara global karena seluruh negara memulai dari titik awal yang sama.

"Jadi AI ini menjadi salah satu peluncur pertumbuhan ekonomi ke depan karena semua negara sama, starting line-nya sama. Jadi belum ada yang lebih unggul dari yang lain. Tetapi tentu ini semua teknologinya berbasis kepada kemampuan inovasi yang sekarang kalau kita bisa katakan seluruhnya masih perusahaan-perusahaan unggul inovasi ini seluruhnya masih di Amerika," tutup Airlangga.

Bank Dunia mengelompokkan kategori menengah atas bagi negara berpendapatan US$ 4.636 hingga US$ 14.375, sementara level di atas itu dikategorikan sebagai negara berpendapatan tinggi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author