AirAsia Hapus Rute Penerbangan Langsung Singapura-Jakarta Mulai 1 Juli
Layanan penerbangan langsung rute Singapura-Jakarta akan dihentikan oleh maskapai AirAsia mulai 1 Juli mendatang demi optimalisasi jaringan armada. Kebijakan ini membuat opsi penerbangan ekonomis bagi penumpang di rute sibuk tersebut dipastikan berkurang, seperti dilansir dari Detik Travel pada Minggu (28/6/2026).
Sebelumnya, Indonesia AirAsia mengoperasikan satu jadwal penerbangan langsung setiap hari untuk rute Singapura-Jakarta. Akibat penghapusan rute ini, seluruh penumpang AirAsia kini diwajibkan melakukan transit terlebih dahulu melalui Kuala Lumpur, Malaysia.
Pengalihan jalur tersebut berdampak signifikan pada durasi perjalanan penumpang. Durasi penerbangan langsung yang biasanya selesai dalam waktu kurang dari dua jam kini berpotensi membengkak hingga melampaui 10 jam, bergantung pada durasi tunggu transit di Kuala Lumpur.
Kondisi ini dinilai kurang kompetitif oleh analis penerbangan independen dari Sobie Aviation, Brendan Sobie. Terlebih, sebanyak tujuh maskapai lain, termasuk pesaing seperti Scoot dan Citilink, masih menyediakan total 31 penerbangan langsung harian untuk rute Jakarta-Singapura sehingga konsumen memiliki banyak alternatif murah.
Menanggapi perubahan strategi tersebut, Chief Executive Officer (CEO) grup AirAsia X, Bo Lingam memberikan penjelasan terkait langkah pemindahan kapasitas armada ke rute lain yang memiliki performa lebih tinggi. Selain optimalisasi jaringan, lonjakan harga bahan bakar avtur akibat konflik di Timur Tengah turut memicu pemangkasan ini.
"untuk menangkap permintaan secara lebih efisien" kata Bo Lingam, CEO grup AirAsia X menjelaskan pemanfaatan layanan transit melalui Kuala Lumpur dan hub lainnya.
Pihak manajemen memastikan bahwa evaluasi terhadap jadwal penerbangan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini diambil guna merespons dinamika kondisi pasar serta naik turunnya tingkat permintaan dari penumpang.
"Untuk menangkap permintaan secara lebih efisien," kata Bo Lingam, CEO grup AirAsia X.
Langkah penyesuaian operasional ini dijalankan di tengah ketatnya persaingan jalur udara internasional di Asia Tenggara. Saat ini, AirAsia tetap memantau situasi terkini secara mendalam demi menyesuaikan strategi pasar ke depan.