AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Terbaik Dunia
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong peningkatan tata kelola serta daya saing kebandarudaraan nasional dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Kamis (25/6/2026). Langkah strategis tersebut dilakukan demi mengejar target ambisius agar Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta mampu menembus jajaran 10 besar terbaik di dunia. Akselerasi peringkat bandara udara utama Indonesia ini menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Posisi Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan terus merangkak naik secara bertahap, yang semula berada di peringkat 51 pada tahun 2022 hingga berhasil menduduki peringkat 25 dunia pada tahun 2025. "Secara bertahap, secara gradual, semakin kecil peringkatnya. Dan kita sekarang di tahun 2026, sebelumnya tahun 2025 kita di peringkat 25.
Jadi sudah naik tiga peringkat," ungkap AHY dalam Rakor Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah optimis bahwa peningkatan performa ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Otoritas terkait memproyeksikan pencapaian target masuk dalam posisi 10 besar dunia dapat direalisasikan dalam rentang tahun 2027 hingga 2029.
"Proyeksi kita di 2027, 2028, 2029, kenapa tidak kita punya ambisi untuk kita masuk ke 10 besar. Dan saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita," tegasnya. Guna mewujudkan sasaran tersebut, penguatan ekosistem kebandarudaraan bakal diakselerasi melalui skema kolaborasi lintas sektor yang lebih intensif. Upaya ini difokuskan untuk mendongkrak kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan peran bandara sebagai motor penggerak roda perekonomian dan konektivitas antardaerah.
"Sekali lagi competitiveness itu adalah ukuran dari prestasi kualitas layanan bandara. Dan yang terakhir memastikan agar sektor ke bandar udaraan benar-benar menjadi pengungkit konektivitas nasional kita, pertumbuhan ekonomi, pemerataan, mudah-mudahan bisa tercipta dan mengikuti," pungkasnya.