Ahli Ungkap Faktor Memengaruhi Tinggi Badan Anak Bukan Panjang Lahir
Catatan panjang badan bayi saat baru lahir sering kali dianggap menjadi acuan tinggi badan mereka ketika dewasa. Namun, perkiraan tersebut belum tentu akurat menurut penjelasan para ahli.
Ukuran tubuh bayi saat lahir sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi plasenta selama di dalam kandungan. Plasenta yang sehat akan menyalurkan asupan nutrisi secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan ukuran bayi.
Dilansir dari HaiBunda, panjang badan waktu lahir tidak selalu menjadi penentu tinggi badan anak di masa depan. Bayi yang lahir dengan tubuh panjang belum tentu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi.
Genetika menjadi faktor terbesar yang memengaruhi tinggi badan seseorang saat dewasa nanti. National Institutes of Health (NIH) menyatakan bahwa sekitar 80 persen tinggi badan anak ditentukan oleh DNA mereka.
Selain faktor genetika, terdapat beberapa hal penting lain yang memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak ketika mereka dewasa.
Pertama adalah kecukupan nutrisi yang dikonsumsi oleh anak sejak dini. Pola makan yang baik sangat dibutuhkan agar proses tumbuh kembang anak berjalan secara normal.
Kondisi medis juga turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan tubuh. Konsumsi obat-obatan tertentu dengan dosis khusus diketahui dapat memengaruhi proses pertumbuhan anak.
Faktor berikutnya adalah waktu tidur malam yang cukup bagi anak. Hormon pertumbuhan diproduksi sekitar 70 hingga 80 persen pada saat anak sedang tidur.
Kesejahteraan emosional juga menjadi aspek penting dalam masa pertumbuhan. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang akan tumbuh secara lebih optimal.
Metode Memperkirakan Tinggi Badan Anak
Meskipun tidak ada cara yang benar-benar akurat, tinggi badan anak dapat diperkirakan melalui beberapa petunjuk medis.
Orang tua dapat memantau grafik pertumbuhan anak secara berkala saat melakukan pemeriksaan rutin. Grafik ini mencatat perkembangan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala anak.
Metode lain yang populer adalah prediksi berdasarkan faktor genetika kedua orang tua kandung. Cara ini menghitung perbandingan tinggi badan orang tua dan berat badan anak saat ini.
Prediksi secara matematis juga dapat dilakukan berdasarkan rumus dari Mayo Clinic. Langkahnya adalah menjumlahkan tinggi badan ibu dan ayah, lalu ditambah 13 sentimeter untuk anak laki-laki atau dikurangi 13 sentimeter untuk anak perempuan, kemudian dibagi dua.