Ahli Umur Panjang Sebut Hitung Kalori Kurang Efektif untuk Kesehatan
Banyak orang terjebak menghitung kalori demi menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. Namun, ahli umur panjang justru menyebut strategi tersebut kurang efektif untuk investasi kesehatan jangka panjang.
Kunci utama hidup sehat sampai tua bukanlah diet ekstrem, melainkan membangun kebiasaan makan yang berkelanjutan (sustainable diet). Hal ini diungkapkan oleh peneliti umur panjang, Valter Longo, PhD, dan Sebastian Brandhorst, PhD, dari USC Leonard Davis School of Gerontology, seperti dikutip dari Detik Health.
"Tantangannya bukan mengetahui apa yang harus dimakan, melainkan menciptakan kebiasaan yang bisa dipertahankan bertahun-tahun, bukan cuma hitungan minggu,"
Pola makan yang terbukti ilmiah meningkatkan usia harapan hidup adalah diet berbasis nabati yang kaya nutrisi. Pilar makanannya berfokus pada makanan utuh seperti sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan lemak nabati sehat. Konsumsi buah-buahan dan ikan disarankan dalam porsi moderat.
Sementara itu, daging merah, daging olahan seperti sosis dan nugget, gula tambahan, serta makanan ultra-processed harus dibatasi secara ketat. Kebutuhan protein harian tetap harus dicukupi secukupnya. Namun, para peneliti menyarankan untuk mengutamakan sumber nabati daripada hewani.
Diet ketat yang populer di media sosial sering kali gagal karena berat badan akan kembali naik begitu dietnya disetop. Oleh karena itu, para ahli menyarankan metode pembatasan waktu makan yang moderat daripada menahan lapar secara ekstrem.
Membatasi waktu makan dalam jendela 11 hingga 12 jam per hari dinilai jauh lebih realistis dan mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Metode ini terbukti klinis membantu memperbaiki kesehatan metabolisme dan menekan penanda penuaan biologis di dalam tubuh. Langkah praktis bisa dimulai sendiri dari rumah. Caranya dengan menjadikan sayuran dan kacang-kacangan sebagai menu utama di piring Anda.
Ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh yang lebih sehat seperti minyak zaitun. Kurangi juga camilan manis serta makanan kemasan yang tinggi gula tambahan. Daging merah atau daging olahan sebaiknya tidak dijadikan sebagai menu wajib harian. Carilah pola makan sehat yang nyaman dan bisa dilakukan seumur hidup, bukan sekadar mengejar penurunan berat badan kilat.