Adinda Thomas Bagikan Cerita Transisi Kehamilan Trimester Awal

Share

Aktris Adinda Thomas tetap berusaha aktif menjalani hari-hari kehamilannya setelah mengumumkan kondisi tersebut pada Maret 2026. Melalui akun Instagram pribadinya, istri dari Raka Akmal ini kerap membagikan berbagai aktivitasnya kepada publik.

Perempuan berusia 32 tahun tersebut kini sedang melewati masa transisi dari trimester pertama menuju trimester kedua. Dilansir dari HaiBunda, ia aktif menjaga kebugaran tubuhnya dengan mengikuti kelas prenatal yoga tanpa membatasi kegiatannya.

Meski demikian, rasa lelah yang ekstrem sering kali menjadi tantangan besar bagi ibu hamil. Penurunan energi yang drastis kerap membuat niat untuk beraktivitas tidak berjalan maksimal akibat munculnya rasa kantuk yang berat.

"Transisi awal TM 1 ke TM 2 jujur ada banget energi semangat pengen lakuin banyak hal, namun badan masih nyaman tidur."

Kondisi yang dialami oleh Adinda Thomas merupakan hal yang normal terjadi pada masa kehamilan. Tubuh memberikan sinyal alami untuk memperlambat aktivitas agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan besar di dalam rahim.

Lonjakan hormon progesteron pada trimester pertama menjadi faktor utama yang memicu rasa lelah. Selain itu, volume darah ibu hamil meningkat demi memasok kebutuhan plasenta serta perkembangan janin.

Kondisi tersebut memaksa jantung untuk memompa darah lebih cepat dan kuat. Akibatnya, denyut nadi serta laju pernapasan meningkat, yang terkadang diperberat oleh rendahnya kadar zat besi dalam tubuh.

Rasa lelah ekstrem ini biasanya akan membaik seiring dengan hadirnya dorongan energi baru pada trimester kedua. Namun, keluhan serupa umumnya kembali muncul pada trimester ketiga akibat gangguan tidur dan perut yang semakin membesar.

Ibu hamil dapat menerapkan beberapa langkah praktis untuk mengelola rasa lelah dan kantuk yang muncul selama masa kehamilan.

Mengonsumsi makanan sehat dalam porsi kecil namun sering dapat membantu menjaga stamina tubuh. Pola makan ini juga efektif untuk meredakan gejala mual yang sering melanda.

Bagi ibu hamil yang bekerja, peregangan ringan atau latihan pernapasan dalam sangat dianjurkan saat kantuk menyerang. Berjalan-jalan sejenak di sekitar area kantor juga bisa mengembalikan kesegaran tubuh.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki di sekitar lingkungan rumah juga memberikan tambahan energi. Kebiasaan ini sekaligus mendukung kualitas tidur yang lebih baik pada malam hari.

Mengubah pola tidur dengan menyempatkan diri tidur siang dan beristirahat lebih awal di malam hari sangat membantu. Ibu hamil juga wajib menjaga kecukupan cairan di siang hari untuk mencegah dehidrasi.

Konsumsi air putih sebaiknya dikurangi beberapa jam sebelum tidur guna mencegah frekuensi buang air kecil di malam hari. Untuk meminimalkan kelelahan, hindari minuman berkafein karena kurang baik bagi perkembangan janin.

Mengurangi beban pekerjaan tambahan dapat menjadi pilihan bijak demi kenyamanan kehamilan. Mengurangi produktivitas untuk sementara waktu memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi secara optimal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author