Korlantas Polri Tingkatkan Porsi Tilang Manual dalam Operasi Patuh 2026
Korps Lalu Lintas Polri menerapkan pendekatan humanis sekaligus tindakan tegas dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada 8 hingga 21 Juni mendatang. Langkah penegakan hukum ini difokuskan pada jenis pelanggaran berat yang berpotensi memicu kecelakaan fatal, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho memberikan penjelasan resmi mengenai detail pelaksanaan operasi tersebut pada Kamis (4/6/2026). Penjelasan disampaikan di sela peninjauan galian di Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, dengan didampingi Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin.
"Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis. Preventif, edukasi. Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu, kami juga harus tegas," ujar Irjen Agus.
Pihak kepolisian mengidentifikasi sejumlah pelanggaran kasatmata yang akan ditindak secara tegas di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi tindakan melawan arus, tidak menggunakan helm, hingga aktivitas mengoperasikan ponsel saat berkendara.
"Salah satu contohnya adalah melawan arus, nggak pakai helm, menggunakan handphone, dan seterusnya," jelas Irjen Agus.
Skema penegakan hukum pada operasi kali ini mengalami perubahan dengan adanya peningkatan porsi untuk tindakan tilang manual atau non-ETLE. Kebijakan penguatan tilang manual ini diambil guna menjangkau area yang belum terdeteksi kamera pengawas elektronik serta menindak pelanggar yang sengaja menghindari sensor ETLE.
"Jadi di samping menggunakan ETLE, baik itu ETLE drone, ETLE handheld, ETLE statis, kami juga akan melakukan penilangan (manual). Ini porsinya cukup tinggi. Yang tadinya 5 persen, sekarang dalam Operasi Patuh ini adalah 30 persen," ucap Irjen Agus.
Secara keseluruhan, Korlantas Polri membagi formula penegakan hukum menjadi 60 persen berbasis elektronik (ETLE), 30 persen penilangan manual, serta 10 persen edukasi preventif dan teguran simpatik. Melalui pembagian porsi yang terukur menjelang Hari Bhayangkara ini, polisi mengutamakan penumbuhan kesadaran murni dari masyarakat.
"Yang paling terpenting, bahwa Operasi Patuh ini mengharapkan pengguna jalan semuanya tidak melulu harus ditindak, tidak perlu harus ditilang. Kami mengharapkan kepatuhan untuk berlalu lintas," ungkap Irjen Agus.
Melalui komitmen bersama ini, pihak kepolisian berupaya menekan angka fatalitas dan menurunkan jumlah insiden kecelakaan di jalan raya.
"Apa tujuannya? Agar supaya pelanggaran bisa kita kurangi dan bahkan mungkin tidak ada pelanggaran, termasuk juga peristiwa kecelakaan bisa turun," pungkas Irjen Agus.