Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah dalam Dua Bulan

Share

Harga emas di pasar spot dunia merosot ke level 4.449,5 dollar AS per troy ons pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi global.

Penurunan sebesar 0,9 persen tersebut membuat harga logam mulia menyentuh titik terendah sejak 26 Maret 2026 atau dalam dua bulan terakhir, setelah sempat stabil di level 4.486,32 dollar AS per ons pada hari sebelumnya.

Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Amerika Serikat mencegat kapal tanker minyak kosong menuju Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan drone dan misil ke pangkalan militer AS di Bahrain serta Kuwait.

Situasi tersebut mendorong harga minyak brent melonjak hampir 2 persen ke level 97,81 dollar AS per barel, sehingga memicu ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi demi meredam inflasi energi.

Kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini membuat para investor cenderung bersikap wait and see sembari mencermati pergerakan pasar komoditas global.

"Untuk kembali optimistis terhadap emas, saya perlu melihat momentum kenaikan yang menunjukkan pembeli mulai kembali masuk ke pasar. Saat ini pasar terlihat kehilangan arah karena pelaku pasar masih menunggu petunjuk, terutama dari perkembangan di Timur Tengah," kata Fawad Razaqzada, Analis Pasar Forex.com.

Menurut laporan Reuters, pelaku pasar kini juga sedang menantikan rilis data ketenagakerjaan resmi pemerintah Amerika Serikat dan laporan tenaga kerja ADP untuk mengukur arah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya.

Meskipun emas berfungsi sebagai aset pelindung nilai, daya tariknya melemah karena investasi non-yielding ini tidak memberikan imbal hasil di tengah tren suku bunga yang tinggi.

"Timur Tengah masih menjadi sumber utama ketidakpastian. Kabar yang datang akan mempengaruhi pasar. Siklus eskalasi dan de-eskalasi membuat situasi menjadi menantang bagi investor untuk mengukur risiko," tutur Ahmad Assiri, Market Strategist di Pepperstone Group Ltd.

Berdasarkan analisis teknikal harian Bloomberg News, indikator Relative Strength Index 14 hari berada di angka 40 dan Stochastic RSI di level 33, yang menunjukkan emas sedang berada dalam posisi bearish kuat.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi pukul 06:55 WIB, harga emas spot bergerak naik tipis 0,06 persen ke posisi 4.452,1 dollar AS per troy ons dengan titik pivot harian di level 4.461 dollar AS.

Di sisi lain, bank investasi Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun 2026 menjadi 4.800 dollar AS per ons dari estimasi awal sebesar 5.000 dollar AS per ons akibat melemahnya permintaan industri.

"Selain perkiraan harga emas yang lebih rendah, permintaan industri yang lebih lemah untuk perak juga menunjukkan harga perak yang sedikit lebih rendah," tulis Commerzbank dalam laporan resminya.

Sementara itu, harga komoditas logam mulia lainnya tercatat mengalami penguatan tipis, dengan perak spot naik 0,5 persen ke 75,17 dollar AS, platinum naik 0,5 persen ke 1.933,07 dollar AS, dan palladium tumbuh 0,6 persen ke level 1.370,16 dollar AS per ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author