Mark Pincus Minta Pengembang Game Buang Gengsi dan Saling Meniru

Share

Ego yang terlalu besar dinilai menjadi penghambat bagi banyak pengembang game muda untuk mencapai kesuksesan. Banyak dari mereka terlalu terpaku pada keharusan untuk menciptakan konsep yang sepenuhnya orisinal.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Mark Pincus selaku Founder Zynga, seperti dilansir dari Gamebrott. Menurutnya, para developer sebaiknya tidak perlu malu untuk mengadopsi ide dari game lain yang telah terbukti berhasil di pasaran.

Melalui buku terbarunya yang berjudul "Life at the Speed of Play", Mark Pincus memperkenalkan sebuah filosofi produk yang diterapkan di Zynga. Filosofi tersebut dinamakan "Proven Better New" dan menjadi landasan penting bagi perusahaannya.

Konsep tersebut dijalankan melalui tiga tahapan terstruktur. Langkah awal dimulai dengan mengambil elemen yang sudah terbukti digemari oleh para pemain (Proven).

Setelah itu, pengembang bertugas meningkatkan kualitas dari elemen tersebut (Better). Tahap terakhir adalah menyisipkan inovasi segar (New), yang dinilai sebagai bagian paling berisiko sehingga harus diuji secara terpisah.

Mark Pincus menegaskan bahwa meniru formula sukses dari produk lain bukanlah sebuah pelanggaran selama dilakukan secara legal. Hal yang paling krusial adalah kemampuan pengembang dalam menyajikan peningkatan kualitas serta inovasi yang bernilai bagi pemain.

Penerapan metode ini dicontohkan langsung melalui beberapa proyek game milik Zynga. Salah satu implementasi awal dari filosofi ini dapat dilihat pada kesuksesan Zynga Poker.

Game tersebut mengambil mekanisme dasar dari poker online yang sudah populer secara luas. Zynga kemudian melakukan improvisasi dengan menghapus sistem unduhan aplikasi dan mengintegrasikan profil asli pemain lewat platform Facebook.

Selain itu, hubungan antara game FarmVille dan Hay Day juga menjadi contoh lain yang disoroti. Hay Day disebut memiliki kemiripan visual yang signifikan dan pada dasarnya merupakan adaptasi versi mobile dari FarmVille.

Kendati demikian, kesamaan tersebut tidak dianggap sebagai sebuah persoalan. Proses saling mengadopsi, menyempurnakan, dan mengembangkan ide lama justru dinilai sebagai faktor pendorong perkembangan industri game sejak lama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author