Pegadaian Tahan Harga Emas Antam di Level Dua Jutaan

Share

PT Pegadaian (Persero) mempertahankan harga jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di posisi Rp2.885.000 per gram pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Nilai ini tidak mengalami perubahan dari posisi perdagangan hari sebelumnya.

Dilansir dari data terbaru di laman Galeri 24 Pegadaian, nilai pembelian kembali atau buyback untuk emas Antam juga tertahan di level Rp2.582.000 per gram. Untuk pecahan kecil berukuran 0,5 gram, komoditas ini dibanderol sebesar Rp1.495.000 dengan nilai buyback Rp1.291.000.

Penyedia logam mulia tersebut mencatat bahwa untuk pecahan besar berukuran 250 gram, 500 gram, hingga 1.000 gram belum tersedia pada perdagangan hari ini. Berikut adalah rincian lengkap harga jual dan buyback emas Antam di Pegadaian:

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026
Ukuran Harga Jual (Rp) Harga Buyback (Rp)
0,5 gram 1.495.000 1.291.000
1 gram 2.885.000 2.582.000
2 gram 5.708.000 5.164.000
3 gram 8.536.000 7.746.000
5 gram 14.191.000 12.910.000
10 gram 28.325.000 25.821.000
25 gram 70.681.000 64.235.000
50 gram 141.279.000 128.471.000
100 gram 282.477.000 256.943.000

Sentimen Pasar Global

Kondisi di pasar domestik ini berbanding terbalik dengan situasi pasar global yang mencatat penurunan harga emas sebesar 0,63 persen menjadi 4.461,75 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Angka tersebut mendekati level terendah yang sempat menyentuh posisi pada Maret lalu.

Koreksi pada pasar global dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pelaku pasar bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi tersebut diperkuat oleh ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mencapai kesepakatan konflik.

Di sisi lain, penguatan data pasar tenaga kerja AS yang sejalan dengan laporan ADP serta JOLTS mengindikasikan ekonomi negara tersebut masih solid. Situasi ini membuat pelaku pasar memperhitungkan potensi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga pada pekan depan.

Tingginya suku bunga menjadi sentimen negatif karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen komoditas lain. Namun secara tahunan, komoditas emas masih mencatat lonjakan sebesar 32,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author