Garuda Indonesia Sesuaikan Jadwal Penerbangan Haji Akibat Kepadatan Bandara Jeddah

Share

Maskapai Garuda Indonesia melakukan penyesuaian jadwal operasional pada fase pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 akibat adanya kepadatan aktivitas di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Langkah mitigasi dan koordinasi intensif dengan otoritas kebandarudaraan setempat terus dilakukan guna memastikan kelancaran proses kepulangan jemaah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (4/6/2026).

Kepadatan operasional tersebut berdampak langsung pada keterlambatan keberangkatan beberapa kloter, seperti kloter 2 embarkasi Banten (JKB02), kloter 3 embarkasi Ujung Pandang, kloter 2 embarkasi Medan, kloter 2 embarkasi Yogyakarta, serta penerbangan ONH Plus GA981 dan GA993.

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah memberikan keterangan mengenai situasi kepadatan yang mengganggu jadwal penerbangan haji tersebut.

"Adapun penyesuaian jadwal pada sejumlah penerbangan terjadi seiring adanya kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz yang berdampak pada proses keberangkatan beberapa penerbangan selama periode pemulangan jemaah haji, termasuk penerbangan Haji Garuda Indonesia," ujar Dicky Irchamsyah.

Pihak manajemen memastikan seluruh jemaah JKB02 telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (3/6/2026) pukul 13.45 WIB setelah berangkat dari Jeddah pada Selasa (2/6/2026) malam.

Garuda Indonesia juga berkomitmen memenuhi hak-hak penumpang dan mendampingi jemaah yang terdampak penundaan jadwal ini selama proses penanganan di bandara.

"Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jamaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah atas penyesuaian jadwal yang terjadi," tambah Dicky Irchamsyah.

Penundaan penerbangan GA 7603 rute Jeddah-Jakarta sejak Selasa sore waktu setempat tersebut memicu respons dari pemerintah karena menyebabkan jemaah lanjut usia harus menunggu lebih lama.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak melayangkan teguran keras kepada pihak maskapai setelah menerima laporan kelambatan penerbangan hingga berjam-jam di terminal haji.

"Kami sampaikan kepada maskapai terkait dengan delay, harus ada kompensasi baik berbentuk penyediaan meal atau makanan maupun kompensasi-kompensasi yang lain yang itu membuat jemaah tetap nyaman," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Kementerian Haji dan Umrah telah menerima konfirmasi kesediaan dari Garuda Indonesia untuk menyalurkan kompensasi serta layanan tambahan kepada seluruh jemaah haji yang terdampak penundaan.

"Kami berharap dari Garuda melakukan dan menunaikan hal tersebut," ucap Dahnil Anzar Simanjuntak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author