Marco Rubio Tegaskan AS Siap Hadapi Dampak Perang Lawan Iran
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa pemerintahan Donald Trump telah mengantisipasi potensi kehancuran ekonomi global akibat konflik militer dengan Iran demi mencegah ancaman kepemilikan senjata nuklir Teheran. Penegasan tersebut disampaikan dalam sidang dengar pendapat bersama Komite Urusan Luar Negeri DPR AS di Washington pada Rabu (3/6), sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
"Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan sadar betul bahwa setiap tindakan pasti memiliki konsekuensi. Namun, konsekuensi jika Iran sampai memiliki senjata nuklir jauh lebih buruk," tegas Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
"Kami sudah bersiap menghadapi respons apa pun," kata Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut dilontarkan guna menjawab rangkaian pertanyaan dari Anggota DPR asal New York, Gregory Meeks. Politisi senior Partai Demokrat tersebut mempertanyakan kebijakan Trump yang memicu lonjakan harga bensin serta inflasi global, sekaligus menuduh pejabat pemerintah mengeruk keuntungan di tengah beban rakyat biasa.
Meeks juga menyoroti dokumen keterbukaan finansial yang menunjukkan adanya lebih dari 3.700 transaksi saham oleh Trump atau penasihat investasinya sepanjang kuartal pertama tahun ini. Transaksi bernilai puluhan juta dolar AS tersebut melibatkan sejumlah perusahaan raksasa yang memiliki urusan bisnis dengan pemerintah.
Menanggapi tudingan tersebut, Rubio menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mendengar Trump mempertimbangkan posisi finansial pribadi dalam pengambilan keputusan perang. Pihak Gedung Putih dan juru bicara Trump Organization juga telah membantah adanya konflik kepentingan karena seluruh aset dikelola secara independen oleh pihak ketiga.
Sidang di Capitol Hill ini menjadi hari kedua bagi Rubio untuk membela operasi militer AS terhadap Iran dalam pembahasan anggaran tahunan. Rubio mengklaim militer AS berhasil melemahkan kapasitas konvensional Iran dalam melindungi program nuklirnya.
Terkait situasi di Selat Hormuz, Rubio menjelaskan bahwa eskalasi terbaru merupakan dampak dari upaya AS melindungi kapal komersial dari serangan drone ilegal Iran. Tindakan militer AS diklaim bersifat defensif guna menetralisasi ancaman pada jalur pelayaran strategis tersebut.
"Amerika Serikat akan merespons serangan itu dengan menembak jatuh drone-drone yang berupaya menenggelamkan kapal sipil komersial secara ilegal dan melanggar hukum. Pada saat yang sama, Iran kemudian akan merespons dengan menargetkan fasilitas tertentu di kawasan sebagai bentuk pembalasan," kata Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.