Juventus Terancam Kehilangan Dusan Vlahovic Secara Gratis

Share

Proses negosiasi perpanjangan kontrak antara Juventus dan striker andalan mereka, Dusan Vlahovic, belum menemui titik terang. Pembicaraan mengenai kesepakatan baru bagi penyerang asal Serbia tersebut dikabarkan masih berjalan buntu.

Seperti dilansir dari Bola, manajemen Juventus dan perwakilan sang pemain tercatat sudah melakukan pertemuan sebanyak lima kali. Meski demikian, kedua pihak belum mencapai kesepakatan terkait nominal kontrak dan biaya komisi agen yang menjadi poin krusial.

Situasi ini membuat masa depan sang penyerang di Allianz Stadium menjadi tidak pasti. Pasalnya, durasi masa bakti pemain bertubuh jangkung tersebut kini hanya tersisa dua bulan lagi.

Jika kesepakatan baru tidak segera tercapai, Juventus berisiko kehilangan sang pemain tanpa biaya transfer pada akhir Juni 2026. Penyerang tersebut saat ini memegang status sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi Serie A.

Pada tahun terakhir di kontraknya, ia menerima upah bersih mencapai €12 juta atau berkisar Rp245,1 miliar. Jumlah tersebut memiliki selisih yang cukup jauh dibandingkan dengan para pemain lain di Liga Italia.

Performa bomber Serbia ini sebenarnya sempat terganggu oleh masalah cedera sepanjang musim 2025/2026. Kendati demikian, manajemen Bianconeri tetap menunjukkan keinginan kuat untuk mempertahankan sang pemain lewat ikatan kontrak baru.

Manajemen klub asal Turin ini menyadari adanya risiko besar jika membiarkan situasi ini berlarut-larut. Kehilangan sang penyerang secara gratis pada bulan depan berpotensi membuat pemain bersangkutan menyeberang ke klub rival domestik.

Hingga saat ini, raksasa Serie A AC Milan dilaporkan terus memantau situasi sang penyerang. Selain ketertarikan dari dalam negeri, klub raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen, juga dikabarkan berminat untuk menampung jasanya.

Detail Poin Negosiasi Kontrak Jangka Pendek

Pertemuan intensif yang dipimpin oleh ayah sang pemain, Milos, belum membuahkan hasil resmi meski kesepakatan lisan sempat dijajaki. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sang penyerang sebenarnya tidak keberatan untuk menandatangani kontrak jangka pendek.

Opsi kontrak berdurasi dua tahun menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan oleh sang pemain. Pemain asal Serbia ini juga dilaporkan bersedia menerima kebijakan pemotongan gaji demi mempermudah proses negosiasi.

Skema upah baru yang diajukan diperkirakan meniru struktur kontrak milik Kenan Yildiz. Nilai bayaran tersebut berada di kisaran €6 juta atau Rp122,5 miliar hingga €7 juta atau setara Rp142,9 miar per tahun.

Namun, kendala utama dalam merampungkan kesepakatan ini terletak pada komponen biaya tambahan di luar gaji pokok. Pihak manajemen Juventus dan agen pemain masih belum sepakat mengenai besaran biaya komisi serta bonus penandatanganan kontrak baru.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author