Hery Gunardi dan Chairul Tanjung Bagikan Lima Tips Sukses Memulai Usaha
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi, membagikan sejumlah pandangan mengenai cara memulai usaha kepada masyarakat dalam gelaran Jogja Financial Festival 2026. Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, kegiatan yang berlangsung di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta yang berasal dari kalangan pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.
Dalam sesi Education Class yang juga menghadirkan Chairman & Founder CT Corp Chairul Tanjung, Hery menekankan bahwa membangun usaha tidak cukup hanya bermodalkan semangat. Menurutnya, calon pengusaha perlu memahami berbagai aspek mendasar agar bisnis yang dirintis dapat bertahan dan berkembang.
Aspek pertama yang perlu diperhatikan masyarakat yang ingin memulai usaha adalah memilih industri dengan hambatan masuk atau entry barrier yang relatif rendah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha pemula untuk lebih mudah beradaptasi dan memahami pasar yang dituju.
Hery menyarankan agar calon pengusaha tidak langsung masuk ke sektor yang memiliki persaingan sangat ketat atau membutuhkan modal dan sumber daya besar sejak awal.
"Jadi kalau memang mau masuk mulai usaha, masuklah ke industri yang entry barrier enggak susah," kata Hery.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi langkah awal yang lebih realistis bagi masyarakat yang baru memulai perjalanan sebagai wirausahawan.
Selain memilih sektor usaha yang tepat, Hery juga menyoroti pentingnya memahami perilaku pasar. Pemahaman mengenai kondisi industri akan membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjalankan bisnis.
Seorang pengusaha dinilai harus mengetahui siapa saja pemain utama dalam industri yang dipilih, bagaimana kondisi persaingan, serta faktor yang membuat suatu perusahaan mampu menguasai pasar.
"Siapa pemainnya? Siapa pesaingnya? Siapa yang pegang market share paling besar? Kenapa dia bisa besar? Kenapa dia bisa lebih maju? Nah kita belajar dari yang sudah maju," kata Hery.
Melalui pemahaman tersebut, pelaku usaha dapat mempelajari praktik terbaik dari pemain yang telah sukses sekaligus menemukan peluang yang masih bisa dikembangkan.
Manajemen bisnis dan pengelolaan keuangan menjadi poin penting berikutnya yang disampaikan Hery. Banyak usaha kecil dan menengah dilaporkan mengalami kesulitan bahkan gagal berkembang karena lemahnya pencatatan keuangan.
Pengalaman memimpin BRI memperlihatkan bahwa sebagian pelaku UMKM masih mencampurkan pengeluaran pribadi dengan pengeluaran usaha. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengetahui kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya.
"Kebanyakan masih belum memisahkan antara catatan belanja pribadi dengan belanja usaha, itu catatannya sama. Jadi tidak tahu ini untung yang mana, rugi yang mana. Karena dipakai uangnya untuk hari-hari. Yang benar adalah, catatan keuangan pribadi dan usaha harus dipisah, jadi kelihatan bahwa usaha ini ada untung atau tidak," ujar Hery.
Ia menegaskan bahwa disiplin dalam pencatatan keuangan merupakan fondasi penting agar pelaku usaha dapat mengevaluasi kinerja bisnis secara objektif.
Hal lain yang disoroti Hery adalah pentingnya menjaga arus kas atau cash flow, terutama pada enam bulan pertama masa perintisan usaha. Menurutnya, banyak bisnis yang sebenarnya memiliki prospek baik tetapi mengalami kendala karena pengelolaan kas yang kurang optimal.
Pada tahap awal usaha, fokus utama bukan hanya mengejar keuntungan, melainkan memastikan arus kas berjalan sehat sehingga operasional bisnis tetap lancar.
"Jadi misalnya gini, Bapak sebenarnya potensi punya cash flow bagus, tapi Bapak masih ngutang ke pelanggan, akhirnya cash-nya kan terlambat. Nah biasanya habis napas itu karena cash-nya tidak cukup," papar Hery.
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran dari pelanggan dapat mengganggu kelangsungan usaha apabila tidak diantisipasi dengan tata kelola yang baik. Karena itu, disiplin dalam manajemen bisnis menjadi faktor yang sangat penting.
Pemanfaatan teknologi menjadi langkah kelima yang disampaikan Hery. Perkembangan teknologi digital dinilai telah membuka banyak peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Pemanfaatan media sosial dan platform digital diproyeksikan dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
"Termasuk tadi juga menggunakan teknologi supaya biaya variabel bisa turun, bisa bersaing. Dan teknologi misalnya digunakan pakai internet, kemudian bisa jualan di TikTok, Instagram, dan juga lakukan inovasi-inovasi dari sisi digital dan online seperti itu," katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Chairul Tanjung yang hadir dalam forum tersebut. Pengusaha nasional yang akrab disapa CT itu menilai teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis modern.
Menurut CT, kesuksesan seorang entrepreneur tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan pasar dan perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa produk yang unik dengan pasar yang besar memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Namun, produk tersebut juga harus relevan dengan karakteristik generasi konsumennya.
"Nah itu akan hidup. Dan jangan lupa manfaatkan teknologi untuk adik-adik ini sekarang," ujar CT.
Lebih lanjut, CT menilai perubahan perilaku konsumen telah mengubah cara perusahaan memasarkan dan menjual produknya. Kehadiran platform digital membuat pelaku usaha tidak lagi bergantung pada toko fisik untuk menjangkau pelanggan.
Menurutnya, generasi milenial, generasi Z, hingga generasi alfa kini sangat dekat dengan ekosistem digital dan e-commerce.
"Namanya TikTok itu berpengaruh sangat luar biasa dalam namanya promosi barang, namanya jualan, sudah mengalahkan jauh Instagram, apalagi Facebook. Jadi, harus paham teknologi," kata CT.