Megawati Soekarnoputri Bakal Terima Penghargaan Tertinggi dari Timor Leste
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan melakukan kunjungan ke Dili untuk menerima anugerah penghargaan Grand Collar Order of Timor Leste atas undangan Presiden Jose Ramos Horta pada Juli 2026.
Rencana pemberian penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor Leste tersebut dilansir dari Detikcom atas jasa penting dalam merintis rekonsiliasi kedua negara. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto telah tiba lebih awal di Dili bersama delegasi partai sebagai tim pendahulu guna mempersiapkan kelancaran protokol kedatangan tersebut.
Delegasi pendahulu yang mendampingi meliputi Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.
"Ibu Megawati menerima penghargaan ini atas jasanya membuka peta jalan menuju rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste, tatkala pada 20 Mei 2002, sebagai Presiden Republik Indonesia, beliau mengunjungi Timor Leste untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan Timor Leste," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Setibanya di Dili, tim pendahulu langsung mengadakan pertemuan bersama perwakilan Kantor Kepresidenan Timor Leste Vicky Tchong demi membahas rincian agenda Megawati selama berada di sana. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi pertemuan bilateral hingga agenda kunjungan ke beberapa lokasi bersejarah.
"Dalam pertemuan disampaikan selain menghadiri penganugerahan Grand Collar Order of Timor Leste dan bertemu dengan Presiden Ramos Horta, Ibu Megawati juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, bertemu dengan tokoh masyarakat Indonesia di Dili, dan mengunjungi situs bersejarah kedua negara," ujar Hasto.
Penguatan hubungan bilateral kemasyarakatan serta peningkatan kerja sama ekonomi strategis di wilayah perbatasan turut menjadi poin pembahasan utama antar-delegasi. Sejumlah perusahaan milik negara asal Indonesia tercatat memiliki peran yang sangat dinamis dalam menggerakkan roda perekonomian di Timor Leste.
"Kami cukup bangga bahwa beberapa BUMN kita seperti Pertamina, BRI, Mandiri, Waskita Karya, Hutama Karya, Pegadaian dll, sangat aktif dalam kegiatan perekonomian di Timor Leste," sebut Hasto.
Di sela persiapan tersebut, Presiden Jose Ramos Horta menyempatkan diri mengadakan pembicaraan langsung dengan Hasto dan delegasi partai setibanya dari perjalanan luar negeri. Kepala Negara Timor Leste itu menyampaikan pesan khusus dan memastikan kesiapan seluruh jajaran staf kepresidenan demi kesuksesan kunjungan Megawati.
"Kami berbincang hangat dengan Presiden Ramos Horta. Beliau menitipkan salam hangat kepada Ibu Megawati dan menantikan kedatangan Ibu Megawati di Dili. Presiden menginstruksikan timnya yang juga ikut dalam pertemuan untuk membantu agar lawatan Ibu Megawati berjalan dengan lancar dan sukses," urai Hasto.
Dalam dialog tatap muka tersebut, dibahas pula aspek pelembagaan partai politik serta komitmen bersama dalam merawat pilar-pilar demokrasi di kawasan bertetangga.
"Kami juga membahas bagaimana menguatkan hubungan kedua negara yang bertetangga," lanjut Hasto.
Presiden Ramos Horta menggarisbawahi adanya kemiripan sosiologis antara konsep kerakyatan yang diusung oleh PDI Perjuangan dengan istilah lokal di Timor Leste. Istilah tersebut merujuk pada representasi masyarakat kecil atau kaum agraris dalam strata sosial setempat.
"Presiden Ramos Horta menyampaikan bahwa ada kesamaan antara Marhaen dan Maubere. Maubere adalah istilah dalam bahasa Tetum yang merujuk pada rakyat jelata, kaum petani, atau penduduk asli Timor-Leste," sebut Hasto.
Pertemuan kemudian berlanjut pada pembahasan pentingnya pembenahan sektor pendidikan nasional melalui pelatihan kerja untuk mencetak SDM yang ahli. Pemerintah Timor Leste sendiri telah mengoperasikan Human Capital Development Fund sejak tahun 2011 sebagai instrumen pendanaan beasiswa profesional. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cenderamata kain batik kepada Presiden Ramos Horta.