Dokter Sebut Kolostrum Berperan Membangun Sistem Imun Bayi Baru Lahir

Share

Air Susu Ibu atau ASI yang pertama kali keluar setelah melahirkan memiliki fungsi krusial bagi pertahanan tubuh bayi. Cairan kental berwarna kuning keemasan yang dikenal sebagai kolostrum ini diproduksi dalam jumlah sedikit, namun memiliki manfaat besar.

Dilansir dari HaiBunda, para praktisi medis bahkan mengategorikan kolostrum sebagai vaksin alami pertama untuk pelindung bayi. Kandungan di dalamnya sangat kaya akan antibodi serta zat imun yang siap memproteksi tubuh rentan si kecil dari ancaman infeksi eksternal.

Kolostrum sendiri diproduksi oleh tubuh ibu sejak fase akhir kehamilan hingga beberapa hari pascapersalinan. Karakteristik teksturnya jauh lebih pekat jika dibandingkan dengan ASI reguler, serta diproduksi dalam volume yang relatif terbatas.

Meskipun jumlahnya tidak masif, pasokan kolostrum tersebut sudah memadai untuk kebutuhan bayi yang baru lahir. Hal ini dikarenakan ukuran lambung bayi pada hari-hari pertama kehidupannya masih sangat kecil, yakni hanya berkisar seukuran buah ceri.

Komponen di dalam cairan pertama ini meliputi protein tinggi, vitamin A, sel darah putih, laktoferin, serta faktor pertumbuhan alami. Berdasarkan publikasi ilmiah dalam jurnal Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition, kolostrum terbukti padat akan imunoglobulin.

Jenis imunoglobulin yang dominan adalah IgA, yang memiliki fungsi spesifik menghalau serangan patogen berbahaya. Selain itu, komponen bioaktif tersebut juga aktif menstimulasi fase perkembangan sistem pertahanan tubuh yang belum matang.

Mekanisme Kolostrum dalam Memperkuat Pertahanan Tubuh

Terdapat sejumlah cara spesifik bagaimana kolostrum bekerja sebagai sistem pelindung alami pada tubuh bayi baru lahir.

1. Memproteksi Saluran Pencernaan

Kolostrum menginisiasi pembentukan lapisan pelindung khusus pada dinding usus halus bayi. Lapisan mukosa ini bekerja secara efektif untuk memblokir pergerakan bakteri patogen maupun virus agar tidak menembus ke dalam sistem peredaran darah.

2. Menyalurkan Antibodi Pertama

Kandungan antibodi sekretori IgA di dalam kolostrum menjadi benteng utama dalam meminimalkan risiko infeksi saluran pernapasan, diare, flu, hingga infeksi telinga. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan bahwa pemberian ASI intensif mampu menekan angka hospitalisasi akibat penyakit-penyakit tersebut.

3. Menstimulasi Bakteri Baik

Kesehatan organ pencernaan sangat bergantung pada kolonisasi mikrobioma yang sehat. Komponen prebiotik serta faktor pertumbuhan di dalam kolostrum memicu perkembangan bakteri baik di area usus demi mengoptimalkan respons imun bawaan.

4. Memasok Sel Imun Aktif

Cairan keemasan ini juga membawa sel imun hidup berupa leukosit, sitokin, dan zat imunomodulator. Studi review dari Universitas Hanyang di Korea Selatan memperjelas bahwa keberadaan komponen hidup ini menolong bayi melawan kuman secara langsung.

Urgensi Inisiasi Menyusu Dini

Untuk memastikan bayi mendapatkan manfaat optimal dari kolostrum, penanganan medis diarahkan pada prosedur Inisiasi Menyusu Dini atau IMD. Proses ini melibatkan kontak kulit langsung antara ibu dan bayi dalam satu jam pertama pascamelahirkan.

Rekomendasi bersama dari WHO dan UNICEF menyebutkan bahwa IMD tidak sekadar mempercepat pengeluaran ASI pertama. Metode ini juga krusial untuk menstabilkan suhu tubuh bayi, membangun kedekatan emosional, serta meningkatkan probabilitas keberhasilan menyusui jangka panjang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author