PT Kimia Farma Tbk Tunggu Arahan De-holdingisasi dari Bio Farma
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tengah menunggu arahan dari induk holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), mengenai rencana pemisahan atau de-holdingisasi perseroan dari holding tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (4/6/2026).
Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa Dwialam memaparkan posisi perusahaan yang bertindak sebagai objek dalam restrukturisasi ini, sehingga keputusan sepenuhnya dipegang oleh Bio Farma dan pemegang saham.
"Kami menunggu dari Bio Farma karena kami sebagai objek. Bukan kami yang berinisiatif, tetapi teman-teman dari Bio Farma yang akan menentukan," kata Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama KAEF.
Kepastian mengenai waktu pelaksanaan pemisahan tersebut, apakah akan berjalan pada tahun ini atau tahun depan, masih belum ditentukan oleh perseroan yang masih menunggu kebijakan Bio Farma serta Danantara.
Kebijakan de-holdingisasi Kimia Farma ini wajib diselaraskan dengan agenda penataan organisasi Badan Usaha Milik Negara secara menyeluruh yang sedang didorong oleh Danantara.
"Danantara meminta kami melihat penataan organisasi. Seperti yang direncanakan, dari sekitar 1.070 BUMN akan dikecilkan menjadi sekitar 200-an. Ini harus dilakukan secara sinkronisasi dengan rencana de-holdingisasi," ujar Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama KAEF.
Evaluasi langkah penyederhanaan struktur usaha atau streamlining saat ini juga dilakukan oleh Kimia Farma bersamaan dengan penghitungan ruang lingkup perampingan tersebut.
Rencana pelepasan Kimia Farma dari induk holding BUMN farmasi sebelumnya telah disampaikan oleh Danantara pada Januari lalu.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, menyatakan bahwa Kimia Farma nantinya akan berada langsung di bawah Danantara dan tidak lagi menjadi bagian dari holding yang dipimpin Bio Farma. Sementara posisi Kimia Farma Apotek masih dalam tahap kajian.
Perbedaan model bisnis dari masing-masing entitas farmasi BUMN menjadi dasar penilaian Danantara untuk mengarahkan Bio Farma sebagai pusat riset dan pengembangan vaksin, sedangkan Kimia Farma difokuskan pada manufaktur obat.