IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif Usai Ditutup Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak variatif pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah ditutup melemah sebesar 0,82 persen ke level 6.318 pada hari sebelumnya, dilansir dari Bloomberg Technoz.
Pergerakan indeks dipengaruhi oleh indikator teknikal Stochastic RSI yang berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross, yang membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
Meskipun demikian, pelebaran histogram negatif pada MACD mengindikasikan bahwa tekanan terhadap pergerakan indeks masih berlanjut.
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada kisaran support 6.200-6.250 dan resistance pada 6.400-6.450," kata Phintraco Sekuritas.
Sementara itu, koreksi indeks yang terjadi saat ini dinilai masih didominasi oleh tekanan jual dari para pelaku pasar.
Posisi pergerakan indeks sekarang diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
"Cermati area koreksi pada rentang 6.148-6.179 dengan area penguatan terdekat di 6.401-6.514," kata Herditya, Analis MNC Sekuritas.
Pada perdagangan kemarin, pergerakan indeks terlihat fluktuatif seiring respons pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen domestik, termasuk pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait KEM-PPKF RAPBN 2027.
Pasar mencermati rencana pemerintah mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal, serta instruksi penurunan suku bunga kredit bank Himbara.
Sentimen lain datang dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam RDG Mei 2026, yang mendorong penguatan rupiah sebesar 0,29 persen ke posisi Rp17.654 per US$.