Ditjen Imigrasi Siapkan Tim Khusus dan Jalur Cepat Mudahkan Atlet Asing
Kemajuan sektor olahraga nasional memerlukan dukungan sistem administrasi yang efisien bagi para atlet internasional yang berkompetisi di Indonesia.
Seperti dikutip dari Bola, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kini tengah menyiapkan langkah nyata untuk memberikan pelayanan yang cepat dan profesional.
Kehadiran pemain asing kini menjadi elemen penting dalam berbagai kompetisi domestik, termasuk BRI Super League, Indonesian Basketball League (IBL), hingga Proliga.
Pada musim ini, regulasi BRI Super League mengizinkan klub mengontrak hingga 11 pemain asing, sementara IBL 2026 memperbolehkan tiga pemain asing tampil bersamaan, dan Proliga membatasi kuota dua pemain asing per tim.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa instansinya berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendukung ekosistem olahraga tanah air.
"Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi," kata Hendarsam Marantoko.
Sebagai wujud dari komitmen tersebut, Ditjen Imigrasi akan membentuk tim khusus yang berfokus melayani kebutuhan para atlet dari luar negeri.
Selain bidang olahraga, tim ini nantinya juga akan memberikan perhatian pada sektor seni budaya serta sains.
"Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa," ujar Hendarsam Marantoko.
Penerapan Jalur Cepat dan Digitalisasi
Inovasi utama yang dipersiapkan oleh pihak imigrasi adalah penyediaan jalur khusus atau fast track bagi para atlet saat mendarat di bandara.
Fasilitas ini dirancang agar para atlet internasional tidak perlu menjalani antrean panjang bersama penumpang umum lainnya.
Sistem berbasis aplikasi juga akan diintegrasikan guna mempermudah pengurusan dokumen administratif secara cepat tanpa prosedur berulang.
"Kami akan menyediakan jalur khusus bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi," ucap Hendarsam Marantoko.
Ia menilai bahwa proses antrean yang melelahkan berpotensi memengaruhi kondisi mental atlet yang juga mengemban peran sebagai duta citra Indonesia.
"Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, maka mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah dan ramah," tutur Hendarsam Marantoko.
Dukungan Event Internasional dan Pengawasan
Kendati memberikan berbagai kemudahan, Ditjen Imigrasi memastikan bahwa fungsi pengawasan terhadap warga negara asing tetap berjalan ketat.
"Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event, pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan," kata Hendarsam Marantoko.
Langkah progresif ini juga ditujukan untuk menyukseskan status Indonesia sebagai tuan rumah berbagai ajang bergengsi seperti MotoGP Mandalika hingga laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Kebijakan baru ini mendapat apresiasi dari Sekjen DPP Perbasi, Nirmala Dewi, yang menilai dukungan imigrasi sangat krusial bagi kelancaran turnamen basket internasional.
"Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga," ujar Nirmala Dewi.