Jenazah Pasutri Turis Austria Tewas di Cunca Wulang Diterbangkan ke Bali

Share

Proses pemulangan jenazah pasangan wisatawan asal Austria yang tewas di destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang akhirnya menemui titik terang. Setelah tertahan selama 10 hari di Labuan Bajo, jasad keduanya kini diterbangkan ke Bali untuk menjalani proses kremasi sebelum dipulangkan ke negara asalnya.

Peristiwa tragis yang menimpa turis asing ini, seperti dilansir dari Detik Travel, sempat menggemparkan publik. Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57) mengembuskan napas terakhir setelah terjatuh dari jembatan gantung yang lapuk di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 24 Mei 2026.

Insiden tersebut terjadi ketika jembatan gantung yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk. Akibatnya, Jurgen dan Astrid terjatuh dan tubuh mereka membentur batu besar di bawahnya hingga tewas di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian di lapangan, jembatan gantung tersebut diketahui sudah dalam kondisi lapuk dan tidak layak untuk digunakan.

Aparat kepolisian saat ini tengah mengusut kasus kematian kedua turis tersebut dengan mendalami dugaan kelalaian dari pihak pengelola. Objek wisata Air Terjun Cunca Wulang sendiri merupakan destinasi populer di daratan Labuan Bajo yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat.

Nantinya, abu jenazah pasangan suami istri tersebut akan dibawa pulang ke negara asal mereka. Anak kandung korban saat ini sudah berada di Bali untuk mengurus seluruh proses kremasi hingga pemulangan abu ke Austria.

Sebelum diterbangkan ke Bali pada pagi hari, jenazah Jurgen dan Astrid disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo sejak hari kejadian perkara.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kedutaan Besar Austria, jenazah dikirim ke Bali untuk proses kremasi terlebih dahulu. Setelah itu, abu jenazah baru diteruskan ke Austria," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Lufthi Darmawan Aditya.

Selama berada di Labuan Bajo, tidak ada pihak keluarga korban yang datang untuk menjemput. Oleh karena itu, manajemen RSUD Komodo mengantar langsung kedua jenazah hingga diserahkan kepada perwakilan Kedutaan Besar Austria di Bali dengan mengutus Kepala Kamar Jenazah RSUD Komodo, Agustinus Janggu.

"Karena tidak ada anggota keluarga di Labuan Bajo, jenazah didampingi langsung oleh perwakilan rumah sakit untuk diserahkan kepada Kedutaan Besar Austria di Bali," kata Lufthi.

Pengiriman jenazah Jurgen dan Astrid menuju Bali menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6332 yang lepas landas pada pukul 09.50 Wita.

"With keberangkatan ini, wewenang penanganan jenazah kini sepenuhnya beralih kepada pihak Kedutaan Austria di Denpasar sebelum nantinya menempuh perjalanan jauh kembali ke Austria," kata Lufthi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author