Diana Shnaider Tumbangkan Aryna Sabalenka di Perempat Final Prancis Terbuka 2026
Kejutan besar terjadi di turnamen tenis Prancis Terbuka 2026 setelah petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dipastikan tersingkir di babak perempat final pada Rabu (3/6) di Roland Garros, Paris, Prancis. Sabalenka tereliminasi usai menderita kekalahan mengejutkan dari petenis non-unggulan Diana Shnaider.
Dilansir dari The Athletic, Sabalenka yang kini berusia 28 tahun dipaksa menyerah dalam pertandingan tiga set langsung dengan skor akhir 3-6, 7-5, dan 6-0. Hasil minor ini mengulangi catatan buruk Sabalenka yang pada turnamen tahun lalu juga disingkirkan oleh Coco Gauff.
Kekalahan Sabalenka kali ini memicu kembali ingatan publik terhadap klaim kontroversial yang ia lontarkan setelah didepak Gauff tahun lalu, di mana ia menyebut kekalahannya terjadi karena kesalahannya sendiri, bukan karena kehebatan lawan.
"I was a little bit surprised about the comments and everything, but I’m gonna give her the benefit of the doubt. I’m sure it was an emotional day, emotional match," kata Coco Gauff saat itu menanggapi klaim Sabalenka.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi pencapaian monumental bagi Diana Shnaider karena merupakan kemenangan pertama dalam kariernya atas petenis berstatus nomor satu dunia. Sebelum menumbangkan Sabalenka, Shnaider juga sukses mengalahkan juara Australia Terbuka, Madison Keys, di babak sebelumnya untuk mengamankan tiket semifinal Major pertamanya.
Sebelum turnamen dimulai, Sabalenka sempat menarik perhatian publik karena mengenakan cincin pertunangan 12 karat pemberian kekasihnya, Georgios Frangulis, saat bertanding dan berharap perhiasan tersebut bisa memecah konsentrasi lawan.
"It feels pretty comfy. It feels shiny. I hope that my opponent will get distracted by this diamond and it’s going to benefit me," ujar Aryna Sabalenka pada Maret lalu.
Atas hasil pertandingan ini, Diana Shnaider dipastikan melangkah ke babak semifinal Prancis Terbuka 2026 untuk menghadapi petenis asal Polandia, Maja Chwalinska.