Pakar IPB Soroti Kematian Gajah Sumatra di Bengkulu akibat Deforestasi

Share

Kasus kematian induk dan anak gajah Sumatra di Bengkulu menjadi perhatian serius akibat hilangnya habitat dan lemahnya penegakan hukum perlindungan satwa liar liar, seperti dilansir dari Detikcom pada Rabu (3/6/2026).

Pakar Konservasi IPB University, Dr Abdul Haris Mustari, menyatakan bahwa pendekatan konservasi di Indonesia saat ini masih keliru karena terlalu berfokus pada perlindungan spesies individu daripada menjaga keutuhan ekosistem secara menyeluruh.

"Konservasi di Indonesia masih cenderung fokus pada spesies, bukan ekosistem. Padahal gajah dan harimau tidak bisa bertahan tanpa hutan yang utuh," ujar Abdul Haris Mustari.

Peralihan fungsi hutan menjadi area perkebunan kelapa sawit, pertambangan, hutan tanaman industri, serta proyek infrastruktur dinilai Abdul Haris Mustari menjadi penyebab utama menyempitnya ruang hidup dan terputusnya jalur pergerakan alami satwa.

"Kasus kematian kedua satwa kunci tersebut terutama disebabkan deforestasi yang semakin masif sehingga habitat hilang atau menyempit, ditambah perburuan liar," kata Abdul Haris Mustari.

Menurut Abdul Haris Mustari, regulasi perlindungan seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang diubah melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 sudah tersedia, tetapi pengawasan di lapangan masih minim dan tindakan hukum baru dilakukan secara reaktif.

"Hukum lebih bersifat simbolik daripada operasional. Penegakan hukum juga masih reaktif karena tindakan biasanya baru dilakukan setelah gajah mati atau kasus viral di media," ucap Abdul Haris Mustari.

Hukuman yang ringan bagi para pelaku dinilai tidak memicu efek jera, ditambah lagi penegakan hukum saat ini cenderung hanya menyasar pemburu di lapangan ketimbang membongkar jaringan perdagangan internasional yang terorganisasi.

Saat ini jumlah populasi gajah Sumatra diperkirakan hanya tersisa sekitar 1.000 ekor di 22 bentang alam, sedangkan populasi harimau Sumatra di alam bebas tersisa sekitar 500 sampai 600 ekor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author