Umat Muslim Indonesia Bersiap Memperingati Lebaran Anak Yatim 2026
Lebaran Anak Yatim menjadi salah satu tradisi yang melekat di tengah masyarakat Muslim Indonesia saat memasuki bulan Muharam. Peringatan yang juga dikenal dengan istilah Idul Yatama ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti santunan dan doa bersama.
Dilansir dari Detikcom, peringatan Lebaran Anak Yatim jatuh pada setiap tanggal 10 Muharam dalam kalender Hijriah. Berdasarkan penanggalan kalender Hijriah 1448 H, momen 10 Muharam tersebut bertepatan dengan hari Kamis, 25 Juni 2026.
Sebelumnya, 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Pemerintah melalui SKB 3 Menteri telah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Islam.
Momentum 10 Muharam ini dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, lembaga sosial, pengurus masjid, hingga organisasi kemasyarakatan. Mereka menggelar berbagai program kepedulian untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.
Istilah Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama merupakan sebutan yang berkembang dalam tradisi sosial-keagamaan masyarakat Muslim Indonesia. Perayaan ini bukan merupakan hari raya resmi keagamaan seperti halnya Idul Fitri maupun Idul Adha.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjelaskan bahwa penamaan ini berakar dari tradisi menyantuni dan membahagiakan anak-anak yatim pada Hari Asyura. Nilai-nilai ini bersumber dari ajaran Islam yang menganjurkan kepedulian serta semangat berbagi kepada sesama.
Hari Asyura atau 10 Muharam dikenal memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Seiring berjalannya waktu, komunitas Muslim di Indonesia menjadikan hari tersebut sebagai momentum khusus untuk memberikan perhatian lebih dan menyalurkan santunan bagi anak yatim.
Tradisi yang berlangsung turun-temurun di berbagai daerah ini memegang peranan penting dalam kehidupan sosial. Selain wujud kepedulian, momen ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat empati, solidaritas, dan semangat gotong royong antarwarga.
Ragam Kegiatan Sosial Saat Peringatan
Masyarakat umumnya menyelenggarakan aksi nyata dalam menyambut Idul Yatama. Bentuk kegiatan yang paling sering dijumpai adalah pembagian santunan tunai, paket bahan pangan pokok, perlengkapan sekolah, hingga bingkisan menarik.
Pihak yayasan, pengelola masjid, dan lembaga amil zakat juga kerap mengadakan acara doa bersama, pengajian, serta makan bersama. Beberapa pihak bahkan melengkapinya dengan kegiatan hiburan edukatif yang bertujuan menghibur anak-anak yatim.