SK Hynix Siap Lipatgandakan Kapasitas Produksi Chip Memori AI
Produsen semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix Inc., berencana melipatgandakan kapasitas produksi chip memori dalam lima tahun ke depan guna mengatasi kelangkaan pasokan global komponen kecerdasan buatan (AI), dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (3/6/2026).
Langkah ekspansi besar-besaran ini diambil demi merespons proyeksi kekurangan pasokan chip penyimpanan dunia yang diperkirakan dapat terus berlangsung hingga tahun 2030 mendatang.
Perusahaan kini tengah meningkatkan belanja investasi untuk mengatasi ketidakseimbangan pasar, meskipun fluktuasi harga lahan, peralatan, dan listrik membuat besaran anggaran final menjadi sulit dipastikan.
“Apa pun yang kami butuhkan, akan kami sediakan. Hingga 2030 masih akan ada kekurangan pasokan,” ujar Chey Tae-won, Chairman SK Hynix.
Pihak manajemen juga menegaskan komitmen penuh untuk mengamankan pendanaan yang diperlukan dalam memperluas kapasitas produksi wafer chip.
Ketidakseimbangan pasar ini diperkirakan oleh para investor dan analis akan bertahan setidaknya hingga tahun 2027, sehingga memberikan posisi tawar harga yang kuat bagi produsen terhadap raksasa teknologi global.
Lonjakan permintaan terhadap memori berbandwidth tinggi (HBM) untuk melatih model AI seperti ChatGPT, serta DRAM dan NAND Flash konvensional, memicu kondisi yang disebut eksekutif industri sebagai siklus pertumbuhan luar biasa atau "super-cycle".
Faktor lain terkait keterbatasan pasokan saat ini juga dipengaruhi oleh kebijakan para pemimpin industri yang sempat memangkas ekspansi kapasitas sewaktu terjadi perlambatan pasca-pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Meskipun demikian, pembangunan fasilitas produksi baru dari nol atau greenfield project memerlukan waktu yang cukup panjang dan diperkirakan memakan waktu lebih dari lima tahun sampai siap beroperasi komersial.
SK Hynix bersama Samsung Electronics dan Micron Technology saat ini menguasai pasar memori global, di mana belanja triliunan dolar AS dari perusahaan hyperscaler seperti Meta Platforms sempat mendorong valuasi pasar SK Hynix melampaui angka US$1 triliun untuk pertama kalinya pada pekan lalu.
Guna mendukung rencana pertumbuhan tersebut, eksekutif perusahaan menyatakan anggaran belanja modal atau capex untuk tahun 2026 akan meningkat signifikan dari target 30,2 triliun won pada tahun 2025.
Sebagai langkah strategis tambahan dalam menghimpun dana segar, SK Hynix tahun ini telah mengajukan pencatatan saham berbentuk American Depositary Receipts (ADR) di bursa saham Amerika Serikat.