PLN Pertahankan Tarif Listrik Juni 2026 dan Simulasikan Token Rp100.000

Share

Pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi pada periode 2-7 Juni 2026. Kebijakan ini membuat harga token listrik tetap stabil dan sama dengan periode sebelumnya.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, tarif listrik pada awal Juni ini masih mengacu pada Tarif Tenaga Listrik (TTL) Triwulan II 2026. Keputusan mempertahankan tarif tersebut diambil demi menjaga daya beli masyarakat.

Bagi pelanggan prabayar, jumlah kWh yang didapat tidak hanya bergantung pada nominal uang yang dibeli. Besaran daya listrik dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di setiap daerah turut memengaruhi hasil akhir kWh.

Evaluasi tarif bagi golongan nonsubsidi dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh pemerintah. Proses ini mempertimbangkan indikator ekonomi seperti nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), dan Harga Batubara Acuan (HBA).

Berikut adalah rincian tarif listrik rumah tangga nonsubsidi yang berlaku saat ini:

Daftar Tarif Listrik Rumah Tangga Nonsubsidi Juni 2026
Golongan Daya Tarif per kWh
900 VA (R-1/TR) Rp1.352
1.300 VA (R-1/TR) Rp1.444,70
2.200 VA (R-1/TR) Rp1.444,70
3.500 VA-5.500 VA (R-2/TR) Rp1.699,53
6.600 VA ke atas (R-3/TR) Rp1.699,53

Simulasi Pembelian Token Rp100.000

Masyarakat dapat menghitung sendiri perkiraan kWh yang didapat. Rumus yang digunakan adalah nominal pembelian dikurangi PPJ, lalu hasilnya dibagi dengan tarif listrik per kWh yang berlaku.

Sebagai contoh simulasi, berikut perhitungan untuk pelanggan daya 1.300 VA dengan besaran PPJ daerah sebesar 3%:

Simulasi Perhitungan Token Listrik Rp100.000 Daya 1.300 VA
Komponen Nilai
Rp100.000 Rp3.000
Rp97.000 Rp1.444,70 per kWh

Melalui kalkulasi tersebut, dana bersih sebesar Rp97.000 dibagi dengan tarif Rp1.444,70. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa pembelian token listrik Rp100.000 setara dengan sekitar 67,14 kWh.

Perbedaan perolehan kWh antar-pelanggan sangat dipengaruhi oleh golongan daya, tarif dasar, dan aturan persentase PPJ lokal. Pengguna listrik prabayar diimbau untuk memantau meteran secara berkala agar pasokan energi di rumah tetap terjaga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author