Konflik Timur Tengah dan Kebijakan Trump Tekan Pergerakan Rupiah
Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah serta perkembangan kebijakan perdagangan di Amerika Serikat terus membayangi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot pada Selasa (2/6), mata uang rupiah mencatatkan pelemahan sebesar 0,19 persen secara harian ke posisi Rp17.839 per dolar Amerika Serikat.
Kondisi berbeda ditunjukkan oleh kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia yang justru memperlihatkan penguatan tipis sebesar 0,11 persen ke level Rp17.863 per dolar Amerika Serikat dari posisi 29 Mei 2026 yang berada di angka Rp17.883 per dolar Amerika Serikat.
Faktor eksternal dinilai menjadi pemicu utama fluktuasi mata uang Garuda yang sempat mengalami penguatan pada awal pekan sebelum kembali mengalami koreksi.
Menurut penjelasan pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah saat ini masih sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Selain faktor geopolitik tersebut, pelaku pasar juga sedang mencermati langkah serta kebijakan perdagangan terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertujuan mendorong investasi dan memperkuat basis industri domestik negara tersebut.