IHSG Anjlok 5,65 Persen Menjadi Pelemahan Terdalam di Dunia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam sebesar 5,65 persen ke level 5.845 pada Rabu (3/6/2026) pukul 13:45 WIB akibat derasnya aksi jual investor. Penurunan ini menempatkan IHSG sebagai indeks dengan pelemahan terdalam di dunia di antara bursa saham global lainnya.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, IHSG terus tertahan di zona merah sepanjang hari perdagangan hingga sempat menyentuh posisi terendah di level 5.841. Kemerosotan pada siang hari ini menandai performa terlemah IHSG sejak Mei 2021 atau dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Kondisi zona merah ini juga dialami oleh sejumlah bursa saham internasional lainnya. Berdasarkan data Bloomberg, pelemahan melanda bursa Hang Seng Hong Kong sebesar 1,97 persen, MASI Shares Index Maroko 1,79 persen, Swiss Market Index SWI Swiss 1,75 persen, dan S&P/CLX IPSA TR Chile 1,61 persen.
Selain itu, indeks SENSEX India juga melemah 1,48 persen, OMX Copenhagen 20 Index Denmark 1,11 persen, MSX30 Index Oman 0,77 persen, serta JSE Index Jamaika sebesar 0,72 persen. Di antara seluruh indeks tersebut, tingkat penurunan IHSG tercatat menjadi yang paling signifikan.
Aktivitas perdagangan di dalam negeri sangat didominasi oleh aksi jual dengan volume transaksi mencapai 30 miliar saham. Total nilai transaksi tercatat berada di angka Rp18 triliun dengan frekuensi perdagangan yang terjadi sebanyak 2,16 juta kali.
Pergerakan pasar menunjukkan hanya ada 37 saham yang mampu menguat. Sebaliknya, sebanyak 722 saham mengalami pelemahan dan 55 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan posisi.
Sektor barang baku, energi, dan infrastruktur menjadi pemberat utama laju indeks dengan penurunan masing-masing sebesar 10,2 persen, 6,79 persen, dan 6,55 persen. Beberapa saham berkapitalisasi besar yang menjadi penekan utama pergerakan IHSG dapat dilihat pada tabel berikut.
| Nama Emiten | Kode Saham | Poin Penekanan |
|---|---|---|
| PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | BBRI | 22,07 poin |
| PT Bank Central Asia Tbk | BBCA | 21,19 poin |
| PT Amman Mineral Internasional Tbk | AMMN | 17,71 poin |
| PT Barito Pacific Tbk | BRPT | 12,72 poin |
| PT Bumi Resources Minerals Tbk | BRMS | 11,31 poin |
Sentimen negatif utama dari dalam negeri dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus tertekan sepanjang hari. Pada pukul 14:30 WIB, mata uang rupiah melemah sebesar 0,63 persen ke posisi Rp17.950 per dolar AS yang menjadi titik terendah sepanjang sejarah.
Pelemahan nilai tukar ini berdampak langsung pada peningkatan beban utang luar negeri emiten, terutama bagi perusahaan yang memperoleh pendapatan dalam mata uang rupiah karena memicu terjadinya ketidaksesuaian mata uang (currency mismatch). Situasi tersebut berpotensi menggerus laba bersih korporasi hingga menyebabkan kerugian, sehingga membatasi peluang investor untuk mendapatkan pembagian dividen.