IHSG Ambles 5 Persen Akibat Sentimen Negatif Moody s ke Danantara

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga sekitar 5 persen menyentuh level terendah 5.842 pada perdagangan sesi II hari Selasa (3/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kemerosotan indeks komposit ini terjadi secara signifikan setelah lembaga pemeringkat global Moody's menetapkan outlook negatif untuk PT Danantara Investment Management (DIM) dengan peringkat Baa2.

Tekanan terhadap pasar modal domestik juga diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.950 per dolar AS, minimnya katalis positif, serta kecemasan investor terkait tata kelola kebijakan pemerintah.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menjelaskan bahwa pergerakan rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama yang sangat membebani indeks pasca penguatan saham konglomerasi beberapa hari terakhir.

"Pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend-nya dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda pembalikan arah yang valid," kata Herditya lewat pesan singkat pada Rabu (3/6/2026).

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai pasar keuangan saat ini sedang mencermati kombinasi peningkatan inflasi, pelemahan mata uang, serta kebijakan baru pemerintah yang berpotensi menambah beban pajak pelaku usaha PT dan CV.

"Inflasi mulai meningkat dan nilai tukar terus melemah. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru yang dirasa akan menambah beban pajak, sehingga dipersepsikan negatif oleh pasar di saat katalis positif masih terbatas," ujar Wawan.

Sentimen negatif investor juga dipengaruhi oleh proses pemeriksaan Kejaksaan Agung terhadap Badan Gizi Nasional terkait pertanggungjawaban Program Makan Bergizi Gratis, di samping adanya sentimen global berupa penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik.

"Danantara hingga saat ini memang masih ditelaah sumbangsihnya bagi perekonomian secara umum," kata Wawan.

Wawan menambahkan bahwa meskipun peluang untuk rebound teknikal setelah koreksi dalam ini masih terbuka, pergerakan indeks ke depan diprediksi akan terus menghadapi tekanan berat.

"Sepanjang belum ada katalis positif, IHSG bisa terus tertekan. Rebound teknikal masih mungkin terjadi, tetapi secara keseluruhan masih negatif," imbuh Wawan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author