Wardatina Mawa Kehilangan Akun Instagram Pribadi Akibat Peretasan
Selebgram Wardatina Mawa mengalami kehilangan akun Instagram pribadinya akibat aktivitas peretasan dan belum berhasil memulihkannya setelah beberapa kali mencoba. Insiden ini dilansir dari Detik Hot saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6/2026).
"Jadi qadarullah Instagram aku hilang. Jadi aku sudah berusaha buat tiga kali, tapi tetap kena juga. Kena hack. Ya sudah, qadarullah ya semuanya. Aku juga nggak tahu ini karena apa," kata Wardatina Mawa.
Pemilik akun memilih untuk berserah diri dan menaruh harapan pada proses yang sedang berjalan demi mendapatkan kembali akses media sosialnya tersebut.
"Aku juga percaya ya, 'Wa kafa billahi syahida', Allah sebaik-baiknya saksi. Jadi aku menyerahkan semuanya tuh sudah, sama Allah saja. Insyaallah nanti ada jalannya. Mohon doanya saja buat semuanya," tutur Wardatina Mawa.
Rasa kecewa dirasakan oleh istri Insanul Fahmi ini mengingat akun yang diretas merupakan platform lama yang menyimpan memori sejak masa sekolah.
"Itu akun aku dari SMP. Jadi memang sudah banyak banget kenangannya. Apalagi sama anak aku. Dari awal yang aku bangun itu sampai tumbuh bareng yang sampai sekarang juga tuh hilang juga," ujar Wardatina Mawa.
Kendati demikian, dirinya menegaskan komitmen untuk tetap berpikiran positif dan melanjutkan aktivitas tanpa terpuruk dalam situasi tersebut.
"Kecewa ya pasti, tapi aku nggak bisa menyalahkan keadaan. Aku harus bisa bangkit dan nggak mungkin aku nge-stuck gitu saja. Insyaallah ada jalan ke depannya," kata Wardatina Mawa.
Upaya teknis untuk mengembalikan akun tersebut masih diusahakan hingga saat ini meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Ada, lagi proses pemulihan dan itu cukup butuh waktu yang panjang. Jadi mohon doanya semoga segera pulih ya," ungkap Wardatina Mawa.
Langkah alternatif sempat diambil dengan membuat akun baru beridentitas mirip, namun akun cadangan tersebut rupanya mengalami kendala yang sama.
"Iya, aku buat nama yang sama tapi diubah saja, jadi ada kata yang berbeda. Tapi qadarullah kena juga. Aku juga nggak tahu nih, ada apa sebenarnya," ujarnya Wardatina Mawa.
Kehilangan akses komunikasi digital ini secara langsung memengaruhi aktivitas profesional dan pendapatan dari sektor promosi berbayar, namun sikap optimis tetap dipertahankan.
"Semuanya itu kan sudah dari takdirnya Allah. Aku percaya dan aku yakin, setiap segala sesuatu yang kehilangan itu pasti bakalan Allah gantikan lagi. Dan rezeki juga nggak ada yang tahu ke depannya seperti apa," tutur Wardatina Mawa.
Fokus utama saat ini dialihkan pada langkah pemulihan akun sembari meyakini adanya peluang nafkah lain yang akan datang.
"Yang penting aku ikhtiar saja untuk pemulihan akun aku. Allah akan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka, dari arah yang tidak disangka-sangka. Jadi aku percaya dan yakin itu, insyaallah bakal ada jalan ke depannya," sambung Wardatina Mawa.
Situasi tanpa media sosial ini pada akhirnya dimanfaatkan sebagai momentum jeda digital untuk menyelesaikan tanggung jawab personal.
"Mungkin banyak pelajaran yang aku ambil karena detox socmed. Aku lagi fokus untuk kuliah dan lagi mau ujian juga. Jadi bulan ini aku ujian," kata Wardatina Mawa.
Prioritas aktivitas kini diarahkan sepenuhnya demi pemenuhan target akademik serta perhatian kepada keluarga.
"Ngak apa-apa sih dengan adanya kasus seperti ini. Aku mau fokus saja untuk ujian, fokus untuk anak aku, dan masa depan aku juga yang harus aku pikirin matang-matang," pungkas Wardatina Mawa.