IHSG Menguat ke Posisi 6.195 Ditopang Saham Sektor Energi

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup naik 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195,42 pada perdagangan hari Selasa (2/6). Penguatan indeks domestik ini dipimpin oleh lonjakan saham di sektor energi di tengah sikap pelaku pasar yang sedang mencermati sejumlah data ekonomi terbaru.

Kenaikan ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang menguat 8,10 poin atau 1,33 persen menuju posisi 619,27. Perdagangan saham mencatatkan frekuensi sebanyak 2.572.956 kali transaksi dengan volume 31,25 miliar lembar saham senilai Rp25,47 triliun, di mana 281 saham menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham stagnan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai pergerakan pasar saham saat ini sangat dipengaruhi oleh respons investor terhadap indikator ekonomi yang rilis.

"IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi," ujar Maximilianus Nico Demus.

Nico menambahkan bahwa sentimen global diwarnai oleh kehati-hatian investor terkait ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu fluktuasi harga minyak mentah. Teheran dilaporkan menangguhkan pembicaraan menyusul serangan Israel di Lebanon, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan diskusi masih berjalan.

"Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon," ujar Maximilianus Nico Demus.

Dari dalam negeri, S&P Global mencatat indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia naik menjadi 50,0 pada Mei 2026 dari sebelumnya 49,1 pada April. Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (yoy), yang masih berada dalam rentang target Bank Indonesia.

Selain itu, BPS mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 90 juta dolar AS. Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor yang mencapai 25,30 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor tercatat sebesar 25,31 miliar dolar AS.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, penguatan dipimpin sektor energi sebesar 1,78 persen, sektor infrastruktur 0,64 persen, dan sektor barang baku 0,58 persen. Sebaliknya, sektor transportasi & logistik melemah paling dalam sebesar 3,20 persen, disusul sektor kesehatan 2,65 persen dan sektor properti 1,13 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar adalah BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam meliputi TRUE, ELPI, APIC, KJEN, dan EPAC.

Di kawasan regional Asia, indeks Shanghai menguat 0,43 persen ke 4.075,10, indeks Hang Seng melonjak 2,52 persen ke 26.038,32, dan indeks Strait Times naik 1,01 persen ke 5.088,99. Namun, indeks Nikkei Jepang melemah 0,49 persen ke posisi 66.604,00.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author