Disdik Jabar Terapkan Pemetaan Calon Murid dalam SPMB 2026
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Jabar 2026 pada Senin, 18 Mei 2026, dengan menerapkan tahapan baru berupa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) sebelum memasuki seleksi reguler.
Sistem baru ini dirancang untuk mendistribusikan ratusan ribu lulusan tingkat menengah pertama ke jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Jawa Barat secara lebih terukur.
Distribusi akun digital bagi para pendaftar dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026 sebagai langkah awal sebelum penginputan data pemetaan resmi dimulai.
Wakil Koordinator SPMB Jabar 2026 Dr Dian Peniasiani, M Ed menjelaskan bahwa seleksi tahun ini membagi jalur pendaftaran menjadi SPMB Sekolah Maung serta SPMB Reguler Tahap 1 dan Tahap 2.
Proses seleksi awal melalui PCMB akan langsung dikerjakan oleh sistem IT berdasarkan pemeringkatan jarak domisili, nilai rapor, serta validitas dokumen pendukung lainnya.
“Pemetaan ini tahun ini tidak hanya mendata, tetapi juga langsung seleksi. Ketiga, dilanjutkan SPMB Tahap 1 dan SPMB Tahap 2,” kata Dian dalam siaran YouTube DISDIK JABAR.
Calon murid baru yang lolos seleksi pemetaan memiliki hak untuk menyetujui atau menolak hasil tersebut melalui aplikasi resmi yang disediakan panitia.
Jika pendaftar menerima hasil pemetaan, posisi mereka di sistem akan terkunci sehingga tidak bisa mendaftar lagi pada seleksi reguler tahap berikutnya.
“Kalau sudah diterima melalui pemetaan, tinggal nanti daftar ulang. Daftar ulangnya di SPMB tahap 1, kalau yang diambilnya jalur prestasi dan mutasi; daftar ulangnya di tahap 2, kalau yang dia pilihnya adalah jalur domisili atau jalur afirmasi,” jelas Dian.
Sistem seleksi berbasis teknologi ini mengukur dokumen administrasi secara otomatis sesuai daya tampung kuota yang tersedia di masing-masing sekolah tujuan.
“Kalau sudah di-submit, sistem akan langsung menyeleksi, jadi ini sudah langsung menyeleksi. Nanti, para siswa yang sudah masuk, sudah submit semua datanya, sudah memilih sekolah, memilih jalur, langsung diseleksi, dan nanti ada tanggal berikutnya, di mana tanggal berikutnya yaitu tanggal 12 Juni, itu sudah bisa dilihat pengumumannya, dia itu diterima tidak, di mana diterimanya,” terang Dian.
Bagi calon peserta didik yang dinyatakan tidak lolos atau memilih menolak hasil pemetaan, panitia tetap memberikan kesempatan untuk mengikuti jalur reguler.
“Ada kuotanya, sesuai daya tampung di sekolah masing-masing,” sambung Dian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menginstruksikan seluruh jajaran pendidikan di kabupaten dan kota untuk mengawal penginputan data peminatan agar berjalan optimal.
Berdasarkan data Disdik Jabar, total lulusan SMP dan MTs di wilayah tersebut mencapai 826.996 siswa, sedangkan daya tampung kumulatif sekolah menengah mencapai 909.183 kursi.
“Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota,” ujar Purwanto yang dilansir dari laman Disdik Jabar.
Meskipun kapasitas daya tampung secara umum mencukupi, tantangan riil di lapangan mencakup distribusi geografis, preferensi minat, dan penanganan siswa rentan putus sekolah.
“Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung,” katanya.
Untuk mengantisipasi kendala teknis dan koordinasi antarwilayah, Disdik Jabar membentuk Team Management Office (TMO) di tingkat kabupaten dan kota.
“Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing,” tegas Purwanto.
Tim khusus tersebut diisi oleh perwakilan kantor cabang dinas, Kementerian Agama, serta kelompok kerja kepala sekolah untuk memastikan transparansi data pendaftaran.
“TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota,” ucap Purwanto.
Langkah pembenahan sistem seleksi ini turut mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan yang menekankan jaminan hak berpendidikan bagi seluruh warga.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen meminimalkan potensi konflik sosial maupun protes massal yang kerap mewarnai agenda penerimaan siswa baru setiap tahunnya.
“Komitmen penuh SPMB 2026 adalah menghadirkan pelaksanaan yang tertib, bersih, dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Kita ingin memastikan masyarakat merasakan pelayanan pendidikan yang mudah diakses, jelas aturannya, serta dipercaya pelaksanaannya,” ujarnya seperti dilansir rri.co.id.
Erwan meminta aparatur pendidikan di lapangan bekerja secara profesional sekaligus mengedepankan empati saat melayani keluhan orang tua murid.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama agar proses penerimaan murid baru tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. SPMB harus menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Jawa Barat,” katanya.
Pemerintah daerah menegaskan telah menyiapkan skema afirmasi agar faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan sekolah.
“Mari hadirkan pendidikan yang bukan hanya unggul, tetapi juga kuat dalam nilai keadilan dan kemanusiaan,” ucap Erwan.
Pihak dinas pendidikan juga memastikan kesiapan kuota pada jalur zonasi dan prestasi guna memitigasi tumpang tindih pendaftaran.
“Insya Allah tahun ini tidak ada lagi protes ataupun demonstrasi ke sekolah. Karena, Pak Kadisdik sudah memastikan seluruh siswa SMP/sederajat akan mendapatkan akses melanjutkan pendidikan di SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat,” tegas Erwan.
Koordinasi intensif terus berjalan dengan menggandeng sekolah swasta guna menampung limpahan calon murid yang tidak terakomodasi di sekolah negeri.
“Kami Pemprov Jabar menjamin setiap anak dapat melanjutkan pendidikan. Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Tidak boleh ada masyarakat yang tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan biaya,” jelas Erwan.
Tahapan penginputan data serta verifikasi dokumen PCMB dijadwalkan berlangsung mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2026 sebelum pengumuman resmi dirilis pada 12 Juni 2026.