Fullerton Health Resmi Akuisisi AdMedika dan TelkoMedika dari TelkomMetra
Grup layanan kesehatan regional Fullerton Health secara resmi telah menyelesaikan proses akuisisi terhadap PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta anak usahanya, TelkoMedika. Aksi korporasi ini dilakukan dengan mengambil alih kepemilikan dari PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia.
Seperti dilansir dari Detik iNET, langkah strategis ini diambil oleh Fullerton Health untuk memperkokoh posisi mereka di pasar domestik. Selain itu, ekspansi ini bertujuan memperluas kemampuan korporasi dalam menyediakan pelayanan medis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
AdMedika sendiri memiliki rekam jejak sebagai salah satu korporasi administrator layanan kesehatan terbesar di Indonesia. Perusahaan ini mengandalkan platform berbasis teknologi untuk menyokong manajemen klaim digital, penyatuan jaringan fasilitas kesehatan, hingga pengelolaan analitik data medis.
Manajemen tidak mempublikasikan nilai transaksi finansial dari aksi korporasi tersebut. Kendati demikian, Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health, Ho Kuen Loon, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bukti komitmen jangka panjang mereka untuk pasar domestik.
"Akuisisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang Fullerton Health terhadap Indonesia dan investasi berkelanjutan kami dalam membangun platform layanan kesehatan yang berskala dan terintegrasi," ujar Ho Kuen Loon di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Melalui kesepakatan baru ini, Fullerton Health bakal mengombinasikan kompetensi administrasi medis milik AdMedika dengan jaringan regional yang mereka punyai. Sinergi ini ditargetkan mampu memicu efisiensi manajemen klaim serta mempererat koordinasi antar-penyedia layanan.
Dampak positif lainnya adalah hadirnya pengalaman medis yang diklaim lebih transparan bagi pasien maupun sektor korporasi. Ho Kuen Loon mengimbuhkan bahwa bergabungnya AdMedika Group akan mempertegas sistem operasional internal korporasi pada ranah administrasi jaminan kesehatan.
Langkah ini sekaligus memanifestasikan kapabilitas regional Fullerton Health guna menyokong keperluan sektor medis publik yang terus berkembang. Di sisi lain, President Director TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo memandang transaksi ini sebagai momentum krusial bagi peta bisnis AdMedika ke depan.
"Di bawah kepemilikan Fullerton Health, kami meyakini AdMedika berada pada posisi yang kuat untuk meningkatkan kapabilitasnya, memperluas skala bisnis, dan memperoleh akses ke ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas," kata Pramasaleh.
Aksi akuisisi ini juga memicu terbukanya peluang integrasi layanan medis lintas negara. Saat ini, Fullerton Health tercatat mengoperasikan hampir 600 fasilitas medis mandiri, terkoneksi dengan lebih dari 32.000 mitra penyedia layanan, serta memayungi lebih dari 8 juta anggota di tujuh negara kawasan Asia.
Jaringan berskala regional tersebut diproyeksikan mampu menyokong akomodasi medis lintas batas, termasuk mempermudah akses ke fasilitas kesehatan maupun rujukan dokter spesialis di mancanegara. Walau struktur kepemilikan berganti, AdMedika dan TelkoMedika dipastikan tetap beroperasi memakai merek dan manajemen yang ada sekarang.
Manajemen juga memberikan garansi bahwa seluruh pegawai akan tetap bekerja secara normal tanpa ada pengurangan. Para staf nantinya bakal memperoleh kesempatan pengembangan kompetensi karier di dalam ekosistem global Fullerton Health.
Chief Executive Officer AdMedika Group, Dian Prambini, mengonfirmasi bahwa akuisisi ini menandai dimulainya fase baru bagi perjalanan korporasi yang ia pimpin.
"Bersama Fullerton Health, kami dapat memperkuat platform layanan kesehatan terintegrasi, memperdeep kemitraan dengan penyedia layanan dan klien, serta terus memberikan layanan yang lebih berkualitas dan andal kepada pasien dan klien di seluruh Indonesia," tutur Dian.
Terkait regulasi domestik, Fullerton Health menegaskan komitmennya bahwa seluruh data medis maupun data klaim di Indonesia akan tetap disimpan dan dikelola secara lokal. Kebijakan ini berfokus pada aspek proteksi data pribadi, keamanan siber, serta kepatuhan terhadap aturan pemerintah.