BPJPH Resmikan Dua Ruang Kelas Baru di KLU
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan meresmikan dua ruang kelas baru di SDN 2 Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (2/6/2026). Infrastruktur pendidikan ini terwujud melalui program kemanusiaan Build Their Future Charity Campaign yang digagas oleh Islamic Co-ordinating Council of Victoria (ICCV) Australia bersama Heart to Hati Foundation, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pembangunan fasilitas belajar tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa di wilayah setempat. Keberadaan ruang kelas yang memadai diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Langkah nyata tersebut menjadi representasi bahwa pengamalan nilai-nilai halal mencakup kontribusi sosial bagi kemaslahatan masyarakat luas, termasuk dalam sektor pendidikan. Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan donatur, jajaran pemerintah daerah, pihak sekolah, tokoh masyarakat, serta wali murid dan para siswa.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ICCV Australia dan Heart to Hati Foundation yang telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Lombok Utara. Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebaikan dan kepedulian dapat menjangkau lintas negara, lintas budaya, dan lintas generasi," ujar Haikal dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, esensi dari semangat halal adalah memberikan kebermanfaatan yang seluas-luasnya untuk kehidupan. Peningkatan fasilitas serta pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan dinilai sebagai investasi strategis bangsa.
"Halal bukan hanya berbicara tentang apa yang kita konsumsi, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan kebaikan bagi sesama. Ketika anak-anak memperoleh ruang belajar yang lebih layak, sesungguhnya kita sedang menanam investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Dari ruang kelas inilah kelak lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat," lanjut Haikal.
Ia juga menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi vital demi mewujudkan kemajuan dan daya saing Indonesia. Untuk itu, jalinan kemitraan antarberbagai elemen dalam memperluas akses pendidikan perlu terus dioptimalkan secara berkelanjutan.
"Pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat. Apa yang kita saksikan hari ini adalah contoh nyata bagaimana semangat kemanusiaan dapat menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Haikal.