JP Morgan Upgrade Rating Saham TPIA Menjadi Netral

Share

JP Morgan Sekuritas Indonesia mengerek rating saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi netral dari posisi sebelumnya yang berada di level underweight. Rekomendasi terbaru dari raksasa bank investasi tersebut disusun pada 1 Juni 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Langkah upgrade ini diambil setelah TPIA berhasil membukukan performa keuangan yang kuat sepanjang kuartal I-2026. Perusahaan petrokimia terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu ini mencetak laba bersih sekitar US$205 juta dengan capaian EBITDA menyentuh angka US$421 juta.

Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia Arnanto Januri turut menyematkan target harga baru untuk saham TPIA di level Rp1.750 per saham. Sikap optimis ini menandai perubahan pandangan dari tahun sebelumnya yang cenderung memasang target harga Rp1.090 pada 24 Juli 2025 lalu.

Dari lantai bursa pada awal perdagangan 3 Juni 2026 pukul 09.20 WIB, saham TPIA bergerak melemah ke level Rp1.785 per saham. Pergerakan ini terjadi setelah saham TPIA sempat dibuka pada level Rp1.900 per saham dengan nilai transaksi menghimpun sekitar Rp524 miliyar.

Saat berbincang dengan Bloomberg Technoz pada 21 Mei 2026, Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan kinerja grup pada kuartal I-2026 masih menunjukkan performa yang kuat. Performa ini didukung oleh bisnis energi, petrokimia, dan infrastruktur yang resilien.

Agus menilai gejolak pasar saat ini bersifat sementara dan tidak mengubah arah pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

"Fundamental dan operasional bisnis grup tetap berada dalam kondisi solid. Fokus kami tetap pada ekspansi domestik dan regional. Perintah Pak Prajogo, seluruhnya dikonsolidasikan di Indonesia atas nama Merah Putih,” ujar Agus di Jakarta.

Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja, Ia juga menyoroti progres pembangunan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang saat ini mencapai sekitar 70%.

Menurut Agus proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen grup dalam mendukung agenda hilirisasi industri nasional dan memperkuat rantai pasok industri domestik.

“Saat ini memang kita mengalami gejolak eksternal, namun kami rasa ini bersifat sementara dan kami optimistis situasi akan membaik. Pabrik Chandra Asri Chlor Alkali ini dibangun bersama Danantara untuk hilirisasi dan kami bersyukur mampu membuka lapangan perkerjaan kurang lebih sampai 3.000 orang," lanjutnya.

Manajemen TPIA menerangkan kinerja yang impresif awal tahun ini disebabkan karena keberhasilan integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir.

Di samping itu, perusahaan berhasil mempertahankan posisi likuiditas yang solid sebesar US$3,8 miliyar. Ketersediaan dana ini memberikan ruang fleksibel bagi manajemen untuk berinvestasi sekaligus menavigasi volatilitas siklus industri petrokimia.

TPIA kini tengah menyiapkan belanja modal sekitar US$1 miliyar untuk membangun fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala global. Proyek strategis ini ditargetkan dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2027.

Peningkatan margin kilang juga berhasil dicatatkan perseroan di tengah ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah. Optimalisasi pemilihan crude slate serta penempatan produk yang tepat membuat grup mampu memaksimalkan spread dan throughput.

“Segmen petrokimia terus menghadapi tekanan margin akibat kelebihan pasokan regional dan permintaan yang cenderung tertahan. Namun, grup mampu menjaga stabilitas operasi melalui disiplin biaya, fleksibilitas bahan baku,” dikutip dari siaran pers.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author