Amerika Serikat Klaim Kemajuan Perundingan Israel dan Lebanon Berlanjut

Share

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengklaim proses negosiasi antara pihak Israel dan Lebanon terus menunjukkan perkembangan positif menuju kesepakatan yang baik pada Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah diplomasi tersebut ditujukan untuk memulihkan kedaulatan wilayah Lebanon sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi Israel di kawasan Timur Tengah.

"Kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan saat kita melepaskan diri dari kegagalan 20 tahun terakhir dan maju menuju kesepakatan komprehensif yang bertujuan untuk memulihkan kedaulatan Lebanon dan memastikan keamanan Israel," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott dilansir CNN, Rabu (3/6/2026).

Pihak Amerika Serikat juga mengonfirmasi bahwa pembicaraan yang dimediasi oleh mereka antara Israel dan Iran di Washington, DC akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya.

Sebelum kemajuan ini disampaikan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio sempat menyatakan adanya upaya dari pihak Iran untuk menghalangi proses diplomasi kedua negara.

Pada Senin (1/6/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah telah sepakat menghentikan aksi saling tembak melalui perantara masing-masing.

Pengumuman tersebut muncul setelah Iran sempat menangguhkan perundingan dengan Amerika Serikat akibat serangan militer Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan 3.400 orang dan memaksa satu juta warga mengungsi.

"dalam sepekan ke depan." kata Trump kepada ABC News mengenai keyakinannya terkait target kesepakatan memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

Donald Trump menegaskan dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta perwakilan dari kelompok Hizbullah.

"Saya melakukan diskusi yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu. Tidak akan ada pasukan Israel yang menuju Beirut, dan pasukan yang sebelumnya bergerak ke sana telah diperintahkan untuk pulang," tulis Trump di media sosial.

Trump menjelaskan bahwa komunikasi terpisah dengan perwakilan tinggi Hizbullah menghasilkan komitmen serupa untuk menghentikan konflik bersenjata.

"Demikian pula, melalui perwakilan tinggi mereka, saya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka sepakat untuk menghentikan semua aksi saling tembak. Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka juga tidak akan menyerang Israel." tulis Trump lebih lanjut.

Hubungan diplomasi sempat menegang saat Trump dilaporkan melayangkan protes keras kepada Netanyahu karena serangan militer Israel dinilai berpotensi merusak jalur diplomasi dengan Iran.

Berdasarkan laporan Axios, Trump juga sempat mengungkit permasalahan hukum pribadi yang menjerat Netanyahu dalam pembicaraan telepon tersebut.

"Anda benar-benar gila (You are fucking crazy). Apa yang Anda lakukan?" cetus Trump kepada Netanyahu menurut laporan tersebut.

Kemarahan tersebut dipicu oleh aksi militer susulan Israel di Lebanon yang terjadi tepat setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan damai antar kedua pihak kepada publik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author