Golongan Darah Picu Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Medis Dr Raj Dasgupta
Faktor pemicu kolesterol tinggi selama ini sering diidentikkan dengan konsumsi gorengan, makanan berlemak, hingga gaya hidup kurang bergerak. Namun, indikasi bahwa golongan darah tertentu turut menentukan besarnya risiko tersebut kini menjadi perhatian, seperti dilansir dari Detik Health.
Sebuah studi tahun 2012 dalam Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology menganalisis data perkembangan penyakit jantung koroner pada ribuan orang. Peneliti menyimpulkan pemilik golongan darah A, B, dan AB memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami masalah kardiovaskular dibanding pemilik golongan darah O.
Kepala Penasihat Medis untuk Fortune Recommends, Dr Raj Dasgupta, memberikan tanggapan terkait akurasi temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti pasti mengenai mekanisme atau hubungan langsung antara golongan darah dengan risiko kolesterol.
Menurut Dr Dasgupta, kadar kolesterol seseorang tidak ditentukan secara mentah-mentah oleh golongan darah yang dimilikinya. Kondisi tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal tubuh.
"Kadar kolesterol sebagian besar dipengaruhi oleh genetika, apa yang Anda makan, dan gaya hidup Anda," jelas Dr Raj Dasgupta.
Ia menambahkan bahwa kolesterol di dalam tubuh manusia terbagi menjadi dua jenis utama dengan fungsi yang bertolak belakang bagi kesehatan sistem peredaran darah.
"Kolesterol terdiri dari kolesterol 'baik' (HDL) dan 'buruk' (LDL), dan LDL yang tinggi dapat menyumbat arteri, yang tidak baik untuk kesehatan jantung," sambungnya yang dikutip dari Health Digest.
Langkah terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah berfokus pada tindakan nyata untuk menjaga kadar kolesterol tetap aman, daripada mengkhawatirkan faktor golongan darah.
Tips Jaga Kolesterol Tetap 'Aman' dari Ahli
Dr Dasgupta membagikan lima langkah praktis yang bisa diterapkan sehari-hari demi menjaga kolesterol tetap stabil tanpa memandang faktor golongan darah seseorang.
1. Rutin Mengonsumsi Serat
Masyarakat disarankan untuk memperbanyak asupan serat di menu harian. Makanan seperti oat, kacang-kacangan, dan buah-buahan sangat direkomendasikan untuk membantu menurunkan kolesterol.
"Serat dapat mencegah tubuh Anda menyerap terlalu banyak zat 'buruk' (LDL), dan ini merupakan perubahan yang mudah. Cukup mulai menambahkan makanan kaya serat setiap hari," jelasnya.
Pilihan makanan kaya serat sangat mudah ditemukan di sekitar kita, termasuk apel, pisang, pir, kentang, brokoli, kacang polong, hingga popcorn dan biji bunga matahari.
Konsumsi serat sebaiknya tidak ditingkatkan secara drastis dalam waktu singkat. Lonjakan serat yang mendadak dapat memicu efek samping seperti perut kembung, begah, sembelit, atau diare.
2. Pilih-pilih Lemak yang Sehat
Mengelola kolesterol bukan berarti harus menghindari semua jenis lemak sama sekali. Kuncinya terletak pada kecermatan memilih jenis lemak yang aman untuk dikonsumsi.
"Ganti lemak jenuh (seperti yang ada dalam daging merah dan mentega) dengan lemak yang lebih sehat dari minyak zaitun, kacang-kacangan, atau alpukat," tutur Dr Dasgupta. Omnis."Ini adalah perubahan kecil yang dapat membuat perbedaan besar dalam membantu menurunkan LDL Anda."
3. Mulai Rutin Olahraga
Olahraga teratur seperti jalan cepat selama 30 menit beberapa kali dalam seminggu terbukti ampuh mendongkrak kadar kolesterol baik (HDL). Peningkatan HDL akan mempermudah pengendalian kolesterol jahat (LDL).
Manfaat aktif bergerak ini diperkuat oleh studi tahun 2022 di Journal of the American Heart Association. Penelitian pada pria muda yang berolahraga intensitas sedang hingga tinggi selama 12 minggu menunjukkan perbaikan kadar kolesterol yang signifikan.
Bahkan, artikel ilmiah di jurnal Hypertension 2021 menyarankan tenaga medis menjadikan olahraga sebagai penanganan pertama bagi pasien risiko kolesterol tinggi tingkat ringan atau sedang, tanpa perlu melihat golongan darah.
4. Mengendalikan Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan
"Camilan manis dan karbohidrat olahan (seperti roti putih) dapat meningkatkan kolesterol," tegas Dr Dasgupta. Omnis."Menggantinya dengan biji-bijian utuh dan pilihan rendah gula dapat sangat membantu dalam meningkatkan kadar kolesterol Anda."
American Heart Association membatasi konsumsi gula maksimal 36 gram per hari untuk pria dan 25 gram per hari untuk wanita. Berdasarkan data Departemen Pertanian AS (USDA), 100 gram apel Gala sudah mengandung 11,8 gram gula.
Bagi wanita, mengonsumsi dua porsi apel ukuran tersebut sudah hampir memenuhi kuota gula harian. Untuk kebutuhan karbohidrat, masyarakat disarankan beralih ke karbohidrat kompleks yang lebih alami dari makanan utuh.
5. Cobalah Berhenti Merokok
Menghentikan kebiasaan merokok menjadi langkah krusial lain yang tidak boleh diabaikan. Merokok dapat merusak profil lipid tubuh secara langsung dengan menurunkan kadar HDL sekaligus menaikkan LDL.
Kombinasi efek buruk dari kebiasaan merokok ini lambat laun akan memicu kerusakan pada pembuluh darah serta menyebabkan penyumbatan yang mempersempit arteri.