Harga Minyak Dunia Stabil Akibat Negosiasi Damai AS dan Iran Ketat
Fluktuasi harga minyak mentah dunia mulai bergerak stabil setelah mencatatkan kenaikan pada dua sesi perdagangan sebelumnya akibat simpang siurnya laporan prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu, 3 Juni 2026.
Perkembangan pasar komoditas ini memicu ketidakpastian jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli berada di kisaran US$94 per barel setelah sempat melonjak lebih dari 7 persen.
Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup pada level US$96 per barel pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, setelah naik tipis 1,1 persen.
Kondisi pasar dipengaruhi oleh laporan kantor berita Iran yang meragukan kemajuan perundingan, walaupun Presiden AS Donald Trump menegaskan proses negosiasi tetap berjalan.
Penundaan resolusi damai menimbulkan kekhawatiran global terhadap penyusutan cadangan minyak mentah dunia karena ekspor dari Teluk Persia belum pulih sepenuhnya.
"Dengan asumsi produksi minyak di Timur Tengah kemungkinan besar belum akan kembali ke level sebelum perang hingga paling cepat Oktober atau November mendatang, cadangan minyak global diprediksi menyusut hingga 800 juta barel," kata Bart Melek, global head of commodity strategy di TD Securities.
Pihak TD Securities juga memproyeksikan rata-rata harga minyak Brent akan menyentuh US$104 per barel pada paruh kedua tahun ini.
"Oleh karena itu, kami memproyeksikan harga minyak Brent akan berada di kisaran rata-rata US$104 per barel pada paruh kedua tahun ini, dengan risiko lonjakan harga hingga di atas US$150 akibat kelangkaan pasokan di tingkat regional," kata Bart Melek, global head of commodity strategy di TD Securities.
Berdasarkan laporan ABC News yang mengutip beberapa sumber, Trump meminta Iran memberikan konsesi nuklir secara tertulis dalam perjanjian awal untuk mengakhiri perang.
Sejauh ini pihak Teheran dilaporkan baru memberikan jaminan lisan terkait sejumlah poin program nuklir mereka.
Di sisi lain, asosiasi industri mencatat cadangan minyak mentah komersial AS merosot hingga 6,8 juta barel pada pekan lalu.
Jika tren penurunan tersebut dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah AS yang dirilis pada Rabu waktu setempat, maka penurunan cadangan minyak komersial AS terjadi selama enam minggu berturut-turut.