Warga Pasar Kemis Tangerang Protes Tetangga Siram Air Kotor ke Jalan
Aksi seorang warga yang diduga menyiramkan air bekas lap kotoran anjing serta limbah domestik ke jalanan di kawasan Kuta Baru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memicu keresahan jemaah masjid dan masyarakat sekitar hingga viral di media sosial.
Keresahan tersebut memuncak pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB ketika genangan air siraman kembali mengenai salah satu warga yang baru pulang ibadah, sehingga massa mendatangi rumah pasangan suami istri pemilik rumah dan membawanya ke ruang pertemuan warga.
Berdasarkan laporan rekaman CCTV, pemilik rumah kedapatan sering membuang air limbah ke area jalan umum, terutama saat memasuki waktu salat Magrib hingga mengenai beberapa warga yang melintas.
Pihak pengurus lingkungan setempat mengonfirmasi bahwa limbah yang dibuang oleh penghuni rumah tersebut terdiri dari berbagai jenis cairan pembuangan rumah tangga.
"Yang jelas gini air itu bekas pel-pelan anjing, mungkin juga bekas apa, sisa masak ya, Pak ya. Sisa masak kayak nasi, kayak gitu, itu dibuang ke jalan. Seperti itu," kata Pengurus RW 07, Heri, ditemui di sekitar lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026).
Heri menambahkan bahwa limbah cair tersebut sangat mengganggu kenyamanan publik karena berbau busuk.
"Yang jelas air kotor itu," sambung Heri.
Menurut keterangan pengurus lingkungan, tindakan penyiraman ini dinilai sangat mengganggu karena dilakukan dari area atas pagar rumah hingga berisiko langsung mengenai fisik para jemaah yang hendak menuju ke masjid.
"Yang bikin resah warga ini penyiramannya nggak di bawah aja. Penyiramannya itu melalui atas, gitu loh. Kadang-kadang juga mengenai jemaah," kata Heri.
Sebagai upaya penyelesaian, jajaran pengurus RW telah berulang kali memfasilitasi proses musyawarah formal antara warga yang keberatan dengan pemilik rumah.
"Makanya kami dari kewilayahan berkali-kali mediasi melibatkan aparat kepolisian, kelurahan," ungkap Heri.
Dilansir dari Detikcom, pemilik kediaman yang menjadi objek protes warga tersebut menolak memberikan pernyataan resmi saat dimintai konfirmasi di tempat tinggalnya.
Terkait perkembangan penanganan konflik sosial ini, institusi kepolisian resor setempat menyatakan telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan mitigasi dan pencarian solusi kedamaian antarwarga.
"Personel cek TKP dan lakukan problem solving," kata Kasi Humas Polresta Tangerang IPDA Sandro Tree Bahara.