Warga Tangerang Geruduk Tetangga yang Siram Air Kotoran Anjing

Share

Warga kawasan Kuta Baru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang menggeruduk rumah pasangan suami istri pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB akibat tindakan penyiraman air diduga bekas lap kotoran anjing ke jalanan yang memicu perselisihan bertetangga.

Aksi penyiraman yang terekam kamera CCTV tersebut menjadi viral di media sosial setelah beberapa warga dilaporkan terkena siraman air kotor saat jam salat Magrib, seperti dilansir dari Detikcom. Warga setempat menyebutkan bahwa perilaku mengganggu ini sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Ketua RW 07, Sumardi membenarkan durasi konflik tersebut saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (2/6/2026).

"Betul, betul (sejak 2021)," ujar Sumardi, Ketua RW 07.

Menurut Sumardi, ketegangan antar-warga ini semakin memuncak dalam dua tahun terakhir yang berakar dari masalah hubungan sosial.

"Itu sejak 2024 yang mulai viral itu 2024 ya. Itu sebenarnya berawal dari selisih, perselisihan antara ya hidup bermasyarakat antar-tetangga," kata Sumardi, Ketua RW 07.

Meskipun terjadi konflik, pihak pengurus lingkungan menyatakan tetap membuka pintu perdamaian agar pasangan suami istri tersebut mau mengubah perilakunya.

"Kita tidak muluk-muluk. Kalau masih masih ingin tinggal di sini, ayo kita gabung. Karena kan sifat kita itu tidak tidak menghakimi, tapi kita mengajak kembali mereka untuk bersosial masyarakat sesuai dengan normatif. Di dalam perjanjian pun juga sama. Kita ada gotong-royong, ayo gotong-royong. Kita kan tujuannya seperti itu," kata Sumardi, Ketua RW 07.

Pihak Detikcom sudah berupaya mendatangi kediaman yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi, namun pemilik rumah menolak memberikan penjelasan mengenai rekaman video yang beredar, termasuk rekaman pria yang dimaki setelah menegur karena terkena siraman usai pulang salat.

Merespons kejadian penggerudukan warga yang membawa pasangan tersebut ke ruang pertemuan, aparat kepolisian dari Polresta Tangerang menyatakan akan segera turun tangan ke tempat kejadian perkara.

"Personel cek TKP dan lakukan problem solving," kata IPDA Sandro Tree Bahara, Kasi Humas Polresta Tangerang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author