Atasi Anak Susah Tidur Malam dengan Rutinitas Konsisten

Share

Tidur malam yang cukup memiliki peran krusial agar anak dapat tumbuh lebih sehat, fokus, ceria, serta mencapai pertumbuhan fisik yang optimal. Namun, masalah susah tidur di malam hari sering menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, bahkan ketika anak sudah menginjak usia lima tahun.

Dilansir dari HaiBunda, anak-anak berusia lima tahun ke atas biasanya mulai memiliki jadwal aktivitas yang padat. Ketika kondisi tubuh anak terlalu lelah, sistem biologis mereka justru memproduksi hormon stres atau kortisol yang memicu kesulitan untuk tenang menjelang waktu istirahat.

Kualitas istirahat anak sangat dipengaruhi oleh pola harian dan kondisi lingkungan tempatnya tidur. Dikutip dari laman Today’s Parent, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan anak menjadi susah tidur.

Pertama, anak sering menolak waktu tidur dengan berbagai alasan untuk menunda, seperti meminta minum, pelukan, atau keluar masuk kamar. Kedua, adanya ketergantungan pada kondisi tertentu, misalnya harus ditemani orang tua atau lampu harus menyala, sehingga mereka sulit tidur saat situasi berubah.

Faktor ketiga adalah rasa cemas atau takut terhadap kegelapan dan kesendirian yang memicu imajinasi negatif. Terakhir, gangguan tidur seperti parasomnia, yang meliputi berjalan saat tidur atau night terror, biasanya muncul saat anak dalam kondisi terlalu lelah atau stres.

Strategi Efektif Mengatasi Gangguan Tidur Anak

Membangun rutinitas malam yang konsisten dan menyenangkan menjadi kunci utama agar anak dapat beristirahat dengan nyenyak. Berdasarkan rekomendasi Mayo Clinic, beberapa langkah berikut dapat diterapkan di rumah.

Orang tua dapat menciptakan kebiasaan positif yang menenangkan sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca buku cerita, atau mengobrol ringan. Penggunaan perangkat elektronik seperti TV, ponsel, dan tablet wajib dihentikan minimal satu jam sebelum tidur, serta menjauhkan gadget dari area kamar.

Aktivitas fisik yang terlalu berat seperti berlari atau melompat juga harus dihindari menjelang malam agar anak lebih mudah rileks. Selain itu, biasakan menidurkan anak di kasur saat ia sudah mulai mengantuk namun belum sepenuhnya terlelap, guna melatih kemandirian tidur.

Jadwal tidur dan bangun anak perlu ditetapkan secara konsisten setiap hari untuk membentuk ritme tubuh yang sehat. Kondisi rumah juga harus dikondisikan agar lebih tenang dan damai saat malam hari tiba.

Bagi anak yang masih tidur siang, pastikan durasinya tidak terlalu sore dengan memberikan jeda minimal empat jam sebelum tidur malam. Rasa aman dapat ditingkatkan dengan memberikan benda kesayangan seperti boneka atau selimut, serta menyalakan lampu tidur.

Sikap tegas namun tetap lembut sangat diperlukan jika anak kerap terbangun. Penuhi kebutuhan anak sebelum tidur, dan arahkan kembali ke ranjang jika mereka terbangun. Saat anak mengalami mimpi buruk, berikan pelukan hangat dan jelaskan secara tenang bahwa hal tersebut tidak nyata.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author