PDIP Kritik Klaim Seskab Teddy Terkait Realisasi Investasi
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan melayangkan kritik tajam terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait klaim realisasi investasi yang mencapai Rp2.430 triliun hingga semester I-2026 sebagai hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.
Kritik tersebut disampaikan oleh politisi PDIP Guntur Romli pada Selasa (02/06/2026), seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Guntur memaparkan data bahwa mayoritas modal yang masuk justru berasal dari dalam negeri, bukan dari investor asing.
Berdasarkan data yang ada, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.279,1 triliun atau setara 52,6 persen. Di sisi lain, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) hanya tercatat sebesar Rp1.150,9 triliun atau sekitar 47,4 persen dari total investasi.
"Artinya, mayoritas uang yang benar-benar masuk adalah investor dalam negeri, bukan hasil kunjungan luar negeri Presiden Prabowo. Presiden Prabowo gagal menarik investasi asing dibanding dengan masifnya perjalanan ke luar negeri bila dilihat dari hasil investasi asing yang masuk," ujar Guntur Romli, Politisi PDIP.
Guntur juga menyoroti kondisi PMA yang hampir stagnan sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan hanya sebesar 0,1 persen. Angka pertumbuhan ini mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 yang mampu menyentuh angka 21 persen.
"What apa yang disampaikan Seskab Teddy bukan sekadar klaim berlebihan, itu penyesatan publik yang disengaja. Teddy sengaja mengaburkan antara komitmen dan realisasi, serta menyematkan prestasi PMDN atau investasi dalam negeri sebagai hasil diplomasi luar negeri demi narasi politik yang gemerlap," ujar Guntur Romli, Politisi PDIP.
Data resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan nilai investasi langsung sepanjang 2025 berada di angka Rp1.931,2 triliun. Investasi domestik naik 26,6 persen (yoy) menjadi Rp1.030,3 triliun, sedangkan investasi asing merosot 0,1 persen (yoy) menjadi Rp900,9 triliun.
Kementerian Investasi/BKPM juga mencatat realisasi investasi triwulan I-2026 mencapai Rp498,8 triliun, dengan PMA sebesar Rp250 triliun atau tumbuh 8,5 persen dan PMDN sebesar Rp248,8 triliun atau naik 6 persen secara tahunan.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa realisasi investasi selama 1,5 tahun terakhir merupakan salah satu hasil nyata dari rangkaian kunjungan kenegaraan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
"Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.