Harga Bitcoin Anjlok ke Level 69 Ribu Dolar AS
Aset kripto Bitcoin mengalami penurunan harga hingga menyentuh level 69.000-an dolar AS untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Penurunan nilai aset digital paling berharga di dunia ini dipicu oleh kecemasan para pelaku pasar terhadap potensi pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
Pergerakan harga mata uang digital tersebut berada di angka 69.427 dolar AS atau setara Rp1,24 miliar pada pukul 16.35 waktu Indonesia, setelah melemah 4,7 persen dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan nilai Bitcoin bahkan telah mencapai hampir 10 persen jika dibandingkan dengan posisi pada pekan sebelumnya.
Tekanan terhadap pasar kripto diperparah oleh laporan mengenai langkah pemotongan kepemilikan aset digital secara langka oleh perusahaan Strategy Inc. Selain itu, sentimen negatif muncul setelah instrumen ETF Bitcoin Spot mencatatkan rekor aliran dana keluar secara berturut-turut.
Situasi ketidakpastian ini dinilai berdampak langsung terhadap pergerakan harga komoditas digital di pasar global.
"Ketidakpastian geopolitik ditambah kekhawatiran tentang prospek kas Strategy telah sangat membebani Bitcoin," kata Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets.
Para pemodal dilaporkan telah menarik dana hampir 3,5 miliar dolar AS selama 11 hari berturut-turut dari instrumen ETF Bitcoin Spot. Menurut data SoSoValue, arus modal keluar dari reksa dana berbasis Bitcoin di pasar Amerika Serikat mencapai hampir 3 miliar dolar AS sejak 15 Mei 2026, yang menandai fase negatif pertama sepanjang tahun ini.
Lembaga CoinShares menilai pergerakan dana keluar ini memperlihatkan pola kemiripan dengan siklus yang terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026.
Data dari Decrypt menunjukkan total aset yang dikelola pada produk ETF Bitcoin spot merosot menjadi sekitar 94 miliar dolar AS dari posisi awal sebesar 104 miliar dolar AS. Penurunan nilai perdagangan akibat kecemasan geopolitik ini tidak hanya memukul Bitcoin, tetapi juga menyeret jatuh harga aset digital lain seperti XRP sebesar 3,5 persen menjadi 1,26 dolar AS, Solana turun 2,6 persen ke 78,9 dolar AS, dan TRON melemah 3 persen ke level 0,34 dolar AS.
Kondisi pasar kian tertekan setelah perusahaan treasury MicroStrategy milik Michael Saylor melepas token BTC senilai 2,5 juta dolar AS pada awal pekan lalu, sebuah langkah yang tidak biasa bagi entitas yang dikenal sebagai pembeli terbesar di pasar.
Analis melihat bahwa kelanjutan tren penurunan harga ini berpotensi mengubah lanskap perdagangan aset kripto ke depan secara signifikan.
"Penutupan harian atau mingguan yang dikonfirmasi di bawah US$70.000 akan menandai pergeseran struktural, bukan sekadar reaksi terhadap berita," kata Sean McNulty, kepala perdagangan derivatif Asia-Pasifik di FalconX.