Fotografer Klarifikasi Video Viral Macan di Cangar Ternyata Berlokasi di Baluran
Teka-teki mengenai rekaman video seekor macan yang disebut berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Cangar, Malang, akhirnya terungkap. Rekaman yang sempat menggemarkan jagat media sosial tersebut dipastikan tidak diambil di lokasi yang dinarasikan.
Seorang fotografer satwa liar profesional, Rendra Kurnia, memberikan konfirmasi bahwa peristiwa dalam video itu terjadi di Taman Nasional Baluran, Situbondo, pada tahun 2024. Seperti dikutip dari Detik Travel, Rendra saat itu berada langsung di lokasi kejadian ketika pengunjung merekam gambar tersebut.
"Yang sebenarnya video itu tahun 2024 lalu di Baluran. Kebetulan saya di sebelah pengunjung yang bikin video ini," terang Rendra.
Rendra menjelaskan bahwa pada tahun 2024, dirinya sedang menjalankan proyek dokumentasi video satwa liar untuk sebuah film. Karya dokumenter tersebut bahkan telah resmi ditayangkan di Austria pada awal Mei 2026.
Demi mendapatkan momen natural predator tersebut, Rendra harus menginap dan bersiap di rute pelintasan satwa selama berhari-hari. Penampakan macan itu terjadi ketika dirinya sedang mengintai dari dalam fasilitas kamuflase khusus.
"Saat itu kebetulan saya pas mengambil gambar video leopard yang filmnya sudah tayang di Austria dan saya hadir langsung saat launching filmnya di Jerman beberapa pekan lalu," jelas Rendra.
Ketika satwa itu muncul, kepanikan melanda sejumlah wisatawan yang berada di lokasi. Rendra sempat menegur pemandu wisata karena tindakan para pengunjung dinilai bisa memicu bahaya dan mengancam keselamatan.
"Saya ada di bawah jembatan dengan tenda kamuflase, akhirnya guide yang bawa tamu-tamu itu saya marahi karena mereka ribut dan keluar dari mobil justru berbahaya. Bahkan ada yang melempar batu. Jika satwa liar merasa terancam, tentu naluri alaminya adalah memburu dan itu berbahaya, harusnya Guide paham," tegas Rendra.
Melalui kejadian ini, Rendra mengingatkan masyarakat untuk mempelajari etika dan panduan keselamatan saat berhadapan dengan hewan buas di habitat alami. Publik diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan hanya demi dokumentasi demi media sosial.
Sebelumnya, pihak pengelola kawasan Tahura Raden Soerjo juga telah menyuarakan keraguan atas video tersebut. Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat, menilai unggahan itu merupakan ulah pembuat konten.
"Kami belum ada info (soal unggahan tersebut) dan belum terverifikasi kebenarannya. Sebab, sekarang banyak sekali info-info yang ingin viral dari semua pembuat konten," kata Ajat.
Ajat juga menambahkan bahwa selama masa patroli dan pengawasan, petugas lapangan belum pernah melihat atau berpapasan langsung dengan macan di blok hutan Cangar.
"Kami belum pernah menemukan," pungkas Ajat.
Kehebohan ini bermula dari unggahan akun TikTok @Wong Mojokerto yang menampilkan klip pendek penampakan satwa menyerupai macan di area Cangar. Rekaman tersebut memicu perdebatan netizen mengenai keaslian lokasi serta status kelestarian satwa liar di Pulau Jawa.