Hacker Retas Akun Instagram Lewat Chatbot Meta AI

Share

Sejumlah akun Instagram dilaporkan telah disusupi oleh peretas melalui celah pada bot percakapan dukungan berbasis kecerdasan buatan milik Meta Platforms pada Selasa, 2 Juni 2026. Serangan siber ini mengecoh sistem kecerdasan buatan tersebut untuk memberikan akses ilegal kepada pelaku.

Aktivitas pembajakan ini memicu kekhawatiran setelah beberapa pengguna di forum online Reddit dan platform media sosial X menyadari akun mereka diambil alih. Penyelidikan atas insiden keamanan siber ini turut dilansir dari Bloombergtechnoz.

Beberapa akun yang menjadi korban merupakan milik figur publik dan pejabat kedinasan. Akun Instagram White House era mantan Presiden AS Barack Obama yang tidak aktif sejak 2017 serta akun milik pejabat Angkatan Luar Angkasa AS John Bentivegna ikut terbukti disusupi.

Kasus ini juga menimpa peneliti keamanan siber Jane Wong yang mendapati akun pribadinya dikuasai pihak lain secara mendadak.

"Kata sandi diubah tanpa sepengetahuan saya dan saya menerima berbagai upaya pengaturan ulang kata sandi sepanjang kemarin," kata Wong, dilansir TechCrunch, Selasa (2/6/2026).

Metode operasional peretas terungkap melalui sebuah rekaman video yang beredar luas di platform X. Pelaku memalsukan lokasi digital mereka menggunakan jaringan Virtual Private Network agar tidak terdeteksi oleh sistem pertahanan otomatis milik Instagram.

Setelah berhasil menyamarkan lokasi, peretas memulai interaksi dengan Meta AI Support Assistant untuk meminta penambahan alamat email baru pada akun sasaran. Chatbot tersebut kemudian mengirimkan kode verifikasi langsung ke email baru yang diajukan oleh peretas.

Kode verifikasi yang diterima kemudian dimasukkan kembali oleh peretas ke dalam ruang obrolan penasihat kecerdasan buatan tersebut. Tindakan ini memicu chatbot mengeluarkan tombol pengaturan ulang kata sandi yang mempermudah peretas menguasai akun.

Pihak TechCrunch telah melakukan verifikasi dan memastikan bahwa alamat email dalam video tersebut benar-benar menerima kode resmi dari sistem Meta. Serangan ini tergolong efektif karena pelaku tidak perlu meretas email asli korban.

Manajemen Instagram segera mengambil tindakan cepat setelah mendeteksi adanya manipulasi sistem oleh pihak luar tersebut.

Perwakilan Instagram Andy Stone mengklaim bahwa masalah tersebut sudah diperbaiki pada Senin, 1 Juni 2026. Namun, pihak korporasi memilih untuk tidak mempublikasikan jumlah total pengguna yang menjadi korban peretasan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: hacker Instagram Meta AI
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author